Kejari Kota Kupang Limpahkan Empat Pegawai Bank NTT Dalam Kasus Dugaan Kredit Fiktif

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang melakukan pelimpahan empat tersangka kasus Kredit Fiktif Bank NTT Kantor Cabang Utama

Kejari Kota Kupang Limpahkan Empat Pegawai Bank NTT Dalam Kasus Dugaan Kredit Fiktif
POS KUPANG/RYAN NONG
Kejari Kota Kupang Limpahkan Empat Pegawai Bank NTT Dalam Kasus Dugaan Kredit Fiktif 

Kejari Kota Kupang Limpahkan Empat Pegawai Bank NTT Dalam Kasus Dugaan Kredit Fiktif

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kupang melakukan pelimpahan empat tersangka, dalam hal ini empat karyawan Bank NTT Kantor Cabang Utama (KCU) Kota Kupang dalam kasus kredit fiktif.

Pelimpahan dilaksanakan di ruang Pidsus Kejari Kota Kupang pada Jumat (14/2/2020) siang. 

Empat tersangka tersebut masing-masing terdiri dari Kepala Bank NTT KCU Kupang Bonefasius Ola Masan alias BOM, Wakil Pemimpin Cabang Bidang Bisnis Yohana M. Bailao alias YBM dan Analis Kredit  Johan Nggebu alias JN serta staf Divisi Penyelamat Kredit Macet, Tri Johanes alias Tejo alias TJ. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kupang Maks Oder Sombu melalui Kasi Intelijen Alboin Blegur kepada POS-KUPANG.COM pada Jumat (7/2/2020) menjelaskan,  pihak penyidik melakukan pelimpahan terhadap dua berkas perkara dan tersangka masing masing Bonefasius Ola Masan, Yohana M Bailao dan Johan Nggebu dalam satu berkas dan Tri Johanes dalam berkas lain. 

Pelimpahan berkas dan tersangka tersebut dilakukan setelah pihak penyidik merampungkan berkas penyidikan atas empat tersangka yang merupakan pejabat dan staf Bank NTT itu.  Usai pelimpahan, pihak penuntut segera menyusun dan menyelesaikan dakwaan agar dapat ditingkatkan ke tahap persidangan. 

Sementara itu, berkas perkara dari Linda Liudianto dan Hadmen Puri pun telah dinyatakan rampung dan menunggu pelimpahan tahap kedua pada pekan depan. 

"Minggu depan kita akan lakukan tahap dua untuk berkas dan tersangka Linda Liudianto dan Hadmen Puri," katanya. 

Kuasa hukum Tri Yohanes alis Tejo, Marthen Radja SH mengatakan dirinya mengapresiasi proses pemberkasan atas kasus yang menimpa kliennya. Ia bahkan mengharapkan penuntut menyesuaikan dakwaan agar segera disidangkan. 

"Lebih cepat lebih bagus (disidangkan) agar kita bisa melihat siapa sebenarnya yang bersalah melalui tahap pembuktian di pengadilan," katanya. 

Sementara itu Ady Adoe dan Bildad M Thonak yang bertindak sebagai kuasa hukum Johan Nggebu juga mengapresiasi hal yang sama. Kepada media, Ady berharap agar jaksa dapat jeli menangani kasus tersebut. 

"Saat ini sudah tahap dua, yang belum jadi tersangka dan belum ditahan semoga bisa diproses supaya terang benderang," katanya. 

4 Fakta Menarik dari Pertandingan Valencia vs Atletico Madrid yang Berakhir Tanpa Pemenang

Timsus Polda NTT Ungkap Kasus Pembunuhan Kontraktor, Pengamat Kepolisian : Harus Diapresiasi

Bacok Tukang Ojek di Kupang Hingga Bersimbah Darah, Ini Ancaman Hukuman Terhadap Pelaku

Ia mengatakan, pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan mengikuti setiap tahapannya sambil menunggu hasil praperadilan yang mereka ajukan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved