Peringatan OJK : Cegah Pembobolan Data, Jangan Pakai Komputer Publik Untuk Transaksi

OJK NTT mengingatkan masyarakat agar jangan menggunakan komputer publik atau pada saat transaksi agar tidak terjadi pembobolan data

Peringatan OJK : Cegah Pembobolan Data, Jangan Pakai Komputer Publik Untuk Transaksi
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI
Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar 

POS-KUPANG.COM | KUPANG  -Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan komputer publik untuk transaksi.

"OJK mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan data pribadi termasuk username dan password. Tidak menggunakan jaringan wifi publik serta tidak menggunakan komputer publik untuk melakukan transaksi agar terhindar dari pembobolan data," tuturnya.

OJK berkoordinasi dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) untuk meminta operator agar SOP penggantian sim card diperbaiki. Untuk prosedur standar penggantian sim card daam rangka meningkatkan perlindungan informasi data pribadi nasabah perbankan.

OJK akan melaporkan ke penegak hukum untuk diproses lebih lanjut jika ada bank yang di dalamnya terdapat oknum yang melakukan jual beli data asli

Deputi Komisioner Hubungan Masyarakat dan Logistik, Anto Prabowo melalui Kepala Kantor OJK NTT, Robert Sianipar di Kupang, Kamis (13/2), menyampaikan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) hanya berisikan data pokok berupa nama dan nomor identitas serta informasi yang berkaitan dengan data pinjaman debitur saja.

Di dalam SLIK tidak ada informasi berupa data dana simpanan pribadi karena itu sifatnya sangat rahasia. SLIK akan memberikan alat jika ada unusual acces untuk nantinya dilakukan pembatasan akses. Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Racmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved