Penjabat Sekda TTU Minta Semua Elemen Siaga Terhadap Bencana

Penjabat Sekda Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Fransiskus Tilis menjadi inspektur upacara dalam apel kesiapsiagaan dalam rangka antisipa

Penjabat Sekda TTU Minta Semua Elemen Siaga Terhadap Bencana
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
/Suasana apel kesiapsiagaan dalam rangka antisipasi bencana alam tingkat Kabupaten TTU di Mapolres TTU, Kamis (13/2/2020). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU-Penjabat Sekda Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Fransiskus Tilis menjadi inspektur upacara dalam apel kesiapsiagaan dalam rangka antisipasi bencana alam tahun 2020 tingkat Kabupaten TTU yang dilaksanakan di Mapolres TTU, Kamis (13/2/2020).

Hadir dalam kegiatan apel kesiapsiagaan tersebut yakni Penjabat Sekda TTU, Fransiskus Tilis, Dandim 1618/TTU Letkol Arm Roni Junaidi, Wakapolres Kompol Yetter B. Selan, Wadan Satgas RI-RDTL Sektor Barat 132/BS, serta Danki Brimob.

Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes dalam sambutannya yang dibacakan oleh Penjabat Sekda Kabupaten TTU, Fransiskus Tilis mengatakan, bencana alam merupakan salah satu tragedi yang selalu mendatangkan banyak kerugian. Banyak korban yang berjatuhan dan membutuhkan uluran tangan banyak orang.

Negara, kata Fransiskus pada dasarnya didirikan untuk melindungi masyarakat dan memberikan rasa nyaman pada seluruh komponen masyarakat. Kehadiran negara menunjukkan eksistensi negara yang menjamin keberlangsungan hidup seluruh masyarakatnya.

"Pada kesempatan ini saya merasa sangat berbahagia dan terus mendorong sinergi POLRI, TNI, pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan dalam pembangunan di daerah ini," ungkapnya.

Fransiskus menjelaskan, penanganan bencana alam tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah melainkan perlu dalam kerangka kerjasama dan koordinasi dengan semua pihak. Apel hari ini menjadi kesempatan untuk membangun komitmen bersama untuk pencegahan dan antisipasi penanganan bencana di daerah ini.

7 Pemain Lokal Termahal Liga 1 2020, Stefano Rp 6,3 Miliar Bali United, Febri Persib Rp 6 M, Arema

Fransiskus menambahkan, cuaca yang ekstrim akhir-akhir ini, curah hujan yang rendah sangat terasa di daerah ini. Banyak petani yang mengeluh lantaran lahannya belum bisa dimanfaatkan. Kerawanan pangan bahkan kelaparan menjadi bencana yang sedang dan akan dihadapi. Selain itu, kekurangan air bersih menjadi masalah yang diakibatkan oleh rendahnya curah hujan saat ini.

"Bahaya kekeringan dan kelaparan inilah yang patut untuk diantisipasi secara lebih intens di daerah ini selain bencana-bencana lainnya seperti banjir, longsor, angin puting beliung dan lainnya," terangnya.

Fransiskus menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan yang dilakukan hari ini merupakan momentum untuk menyatakan kesiapan daerah dalam kerjasama dengan semua pihak untuk mengantisipasi bencana di daerah ini.

"Kesiapsiagaan mengandung makna bahwa dalam keadaan apapun semua personil dan peralatan siap digunakan. Maka saya mengharapkan semua kita selalu waspada dan siaga untuk menangani bencana bila terjadi di daerah ini," ungkapnya. (mm)

Area lampiran

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved