Pemkab Lembata Kembali Gelar Festival Budaya Guti Nale

Pemkab Lembata melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar Festival Nale yang mulai digelar 15-16 Februari 2020

Pemkab Lembata Kembali Gelar Festival Budaya Guti Nale
pos kupang.com, frans krowin
Apolonaris Mayan 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Setelah sukses menggelar Festival Nale pada 2019 lalu, tahun ini, Pemerintah Kabupaten Lembata ( Pemkab Lembata) melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kembali menggelar Festival Nale yang mulai digelar 15-16 Februari 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lembata Apolonaris Mayan kepada mengatakan untuk pelaksanaan Festival Nale 2020, panitia sudah melakukan berbagai persiapan. Dinas juga sudah turun langsung ke lokasi kegiatan di Desa Pasir Putih untuk berkoordinasi dengan panitia lokal.

DPRD Lembata Ajukan Lima Perda Inisiatif

Sejauh ini, lanjutnya, persiapan sejumlah acara telah dilakukan dan panitia lokal sedang mempersiapkan panggung untuk pertunjukan dan penyelenggaraan pada 15-16 Februari mendatang.

Ia menjelaskan, Festival Nale merupakan upaya dinas untuk menjaga dan melestarikan, serta mempertahankan budaya Guti Nale atau pengambilan nale (cacing laut) yang merupakan warisan budaya leluhur masyarakat Mingar.

Guru Besar Universitas Tanjungpura Meninggal di Kupang

Sebagai pemilik budaya, lanjutnya, pemerintah harus berkomitmen kuat mempertahankan nilai-nilai budaya pengambilan nale dan harus berani katakan tidak pada pengaruh budaya asing yang kian menggerogoti budaya daerah.

Nale merupakan sejenis cacing yang juga disebut cacing palola. Cacing yang muncul di pantai ini dipercaya masyarakat Desa Pasir Putih sebagai pembawa rejeki, keselamatan, kesuburan, dan hasil panen yang baik.

Upacara Guti Nale dilakukan di tempat ritual Nale yang oleh warga setempat disebut Koker Nale di Desa Pasir Putih. Upacara ini dilakukan tiap tahun di Pantai Pasir Putih Mingar pada akhir bulan Februari.

Apol menjelaskan, sejumlah kegiatan yang akan mengisi Festival Nale, yakni karnaval budaya bernuansa Nale, pertunjukkan seni budaya, atraksi budaya, tarian kolosal Guti Nale, dan basar lokal berupa kuliner dan sovenir nale.

Rangkaian kegiatan itu, terang Apol, bertujuan untuk meningkatkan apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap pewarisan budaya Guti Nale, menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap budaya Guti Nale.

"Festival ini juga kita gelar untuk menjalin hubungan persaudaraan antar sesama dalam.rumpun pengambilan nale," terang Apol.

Selain itu, untuk mempertahankan secara bersama-sama nilai budaya Guti Nale dan.mengembangkan, mempertahankan dan memasarkan bersama budaya Guti Nale.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat memantau persiapan festival pada Selasa, 12 Februari 2020 mengatakan, seharusnya persiapan sudah lebih maju, namun semua itu ia serahkan sepenuhnya kepada dinas.

Ia menyebutkan tahun lalu ia tak ikut festival sehingga belum bisa mengevaluasi apa yang kurang dan harus dibenahi. Karenanya, ia berharap panitia dapat mempersiapkannya secara baik.

Dia menjelaskan, dalam penyelenggaraan tahun ini, pemerintah masih berperan dalam hampir seluruh kegiatan walau sudah melibatkan panitia kecamatan dan panitia lokal di desa. Perlahan, Pemkab akan mulai melepas dan memberi peran lebih kepada pemerintah desa. Sehingga mulai 2022 nanti pemkab sepenuhnya menyerahkan penyelenggaraan festival diurus oleh desa. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved