Christiani Banik: Baik Buruk Karakter Anak Tergantung Pola Pengasuhan Orang Tua

Kata Christiani Banik: baik buruk karakter anak tergantung pola pengasuhan orang tua

Christiani Banik: Baik Buruk Karakter Anak Tergantung Pola Pengasuhan Orang Tua
POS-KUPANG.COM/TENIS JENAHAS
Penanggung Jawab Program Pengasuhan Positif dari LPPA Belu, Christiani Natalia Banik

Kata Christiani Banik: baik buruk karakter anak tergantung pola pengasuhan orang tua

POS-KUPANG.COM | BETUN - Pola pengasuhan anak di usia 0-5 tahun atau usia emas dapat menentukan kepribadian anak pada usia selanjutnya. Untuk itu, orang tua tidak menganggap sepele dengan strategi pengasuhan anak yang baik.

Hal ini dikatakan Penanggung Jawab Program Pengasuhan Positif dari LPPA Belu, Christiani Natalia Banik kepada POS-KUPANG.COM, saat ditemui di sela-sela acara Gebyar Pengasuhan Tingkat LPPA, di Taman We Banibin, Wemalae-Betun, Kabupaten Malaka, Jumat (14/2/2020).

Cek Ramalan Zodiak Besok Sabtu 15 Februari 2020 Leo Iri Hati Scorpio Jangan Julid Zodiak Lain?

Menurut Rhisty, demikian ia disapa, Gebyar Pengasuhan Tingkat LPPA ini dilakukan sebagai wadah untuk meningkatkan pemahaman orang tua dalam mengasuh anak, baik pengasuhan positif untuk anak usia 6-14 tahun maupun pengasuhan responsif bagi anak usia 0-5 tahun.

Di pengasuhan anak usia 0-5 tahun atau pengasuhan responsif, orang tua diberikan pengetahuan dan strategi mengasuh anak, seperti mengajarkan anak tentang hal-hal baik, berbagi diskusi dengan anak agar anak dan orang tua selalu dekat, memperhatikan gizi anak dan kebersihan anak.

YUK Tonton Laga Persis Solo vs Persib Bandung Siaran Langsung, Link Live Streamingnya, Sabtu Malam

Kemudian, memberi pemahaman kepada orang tua terkait rumah aman bagi anak. Misalnya, menyimpan barang-barang tajam, pisau, parang pada tempat yang tidak bisa dijangkau anak-anak. Tidak menyimpan kabel listrik atau terminal listrik di lantai yang bisa dipegang oleh anak-anak.

Sementara di pengasuhan positif (usia 5-14 tahun) lebih ditekankan kepada orang tua agar menjalin kedekatan orang tua dengan anak. Caranya, berkomunikasi yang efektif dengan anak. Memperhatikan anak saat bermain dengan teman-teman, membuat aturan dan konsekwensi kepada anak agar anak merasa diawasi dan dikontrol. Hindari pengasuhan dengan cara kekerasan seperti pukul, lebih baik dengan kata-kata.

Menuru Rhisty, di usia 6-14 tahun, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu untuk bermain. Hal ini perlu dicek, apakah anak-anak bermain yang baik atau yang baruk. Kemudian, membatasi waktu bermain anak supaya anak tidak bergantung pada waktu bermainnya tetapi melihat arahan orang tua.

Rhisty mengatakan, para tutor LPPA yang ada di setiap kelompok selalu memberikan pemahaman kepada orang tua tentang pola pengasuhan anak yang baik. Kemudian menekankan pada kesejahteraan mental orang tua serta melatih mengolah pikiran negatif.

"Orang tua yang sering stress, sering konflik dalam rumah bisa mempengaruhi perkembangan anak. Jadi lewat program pengasuhan positif ini bagimana kita mengelola pikiran negatif supuya tidak berpengaruh pada anak", pinta Rhisty.

Rhisty menambahkan, dari hasil pengamatan dan cerita pengalaman dari orang tua, mereka kurang sabar sehingga ada yang terjadi kekerasan fisik pada anak. Selain itu, orang tua kurang kompak. Misalnya, sang ibu berkeinginan lain dan ayah berkemauan lain. Hal seperti ini terus didorong lewat program Pengasuhan Positif dari LPPA, mitra ChildFund demi mewujudkan generasi Malaka yang baik.

Orang tua dihimbau agar mengasuh anak sesuai dengan generasi. Orang tua dituntut supaya memiliki pengetahuan dan strategi dalam mengasuh anak yang dikenal sebagai generasi Z atau generasi yang sudah menikmati keajiban teknologi seperti internet. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved