Opini Pos Kupang

Virus Corona Mendunia: Haruskah NTT Siaga?

Mari membaca Opini Pos Kupang berjudul: virus corona mendunia: haruskah NTT siaga?

Virus Corona Mendunia: Haruskah NTT Siaga?
Dok
Logo Pos Kupang

Beberapa pernyataan sempat terlontarkan "Bagaimana bisa Indonesia belum menemukan kasus ini padahal negara sekitarnya seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Australia saja sudah melaporkan kasus terkonfirmasi ?"

Beruntungnya, saat ini Indonesia masih belum mendapat laporan kasus terkonfirmasi virus corona. Ditambah lagi, terdapat berita menggembirakan sekaligus membanggakan dari salah satu kampus tanah air, yaitu Universitas Airlangga Surabaya yang berhasil menemukan alat pendeteksi virus corona dengan akurasi nyaris 99 persen.

Tentu saja berita besar yang meresahkan warga dunia ini menuangkan pelbagai informasi simpang siur dan digoreng secara subjektif untuk kepentingan beberapa pihak dengan tujuan memanaskan keadaan yang sudah panas ini. Pemerintah melalui Kementrian Kesehatan melakukan promosi kesehatan besar-besaran terkait berita meresahkan ini kepada publik dan melakukan myth buster, yakni mematahkan segala hoax-hoax terkait virus corona yang beredar di masyarakat, serta membuat upaya pencegahan dengan meningkatkan kesiapsiagaan dan skrining pengunjung dari yang masuk ke wilayah NKRI, seperti pemberdayaan thermal scanner di bandara atau pelabuhan di sejumlah wilayah Indonesia.

Pemerintah mengumumkan bahwa ada 100 Rumah Sakit di Indonesia yang harus dipersiapkan untuk menjadi rumah sakit rujukan bila terdapat kasus terduga atau terkonfirmasi virus korona di wilayahnya melalui Surat Edaran Dirjen Yankes No. YR.01.02/III/0027/2020.

Penulis menyampaikan pesan Kementrian Kesehatan kepada warga NKRI khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait informasi seputar virus corona, bahwa bila saudara atau keluarga atau orang sekitar saudara yang mengalami batuk pilek demam disertai sesak dan ada riwayat berpergian sebelumnya dari wilayah Tiongkok atau negara terjangkit lainnya, atau sempat kontak dengan orang-orang yang datang dari negara-negara tersebut (khususnya daerah wisata), segeralah temui tenaga kesehatan di Puskesmas atau RS terdekat agar diperiksa dan dikaji lebih lanjut mengenai keterjangkitan virus corona ini.

Tidak hanya masyarakat, setiap wilayah kota/kabupaten serta provinsi harus mempersiapkan sistem guna mensiasati kasus ini, karena membutuhkan kerja sama lintas sektor untuk mencegah agar wabah penyakit ini tidak terjangkit di tanah NTT tercinta kita. Untuk wilayah NTT, terdapat dua RS yang sudah terkonfirmasi untuk disiapkan sebagai RS rujukan yakni RSUD W.Z. Johannes Kupang dan RSUD dr. T.C. Hillers Maumere, dan mungkin ditambah beberapa RS lagi yang masih dalam proses penetapan sebagai RS rujukan.

Berita mengejutkan datang dari negara tetangga kita, Singapura dimana didapatkan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang tertular virus corona dari majikannya yang juga menderita penyakit tersebut. NTT banyak mengirimkan TKI ke negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Thailand yang dimana negara-negara tersebut juga melaporkan kasus terkonfirmasi virus corona. Hal ini perlu dikhawatirkan oleh warga NTT yang hendak pergi untuk bekerja di sana karena memiliki risiko penularan seperti berita yang akhir-akhir ini kita dengar.

Lokasi wisata turis mancanegara di NTT seperti Labuan Bajo dan Pulau Komodo menjadi suatu tantangan tersendiri untuk NTT karena menjadi pintu masuk masyarakat negara asing yang mungkin terinfeksi atau kontak erat dengan sesama penderita virus corona ini. Selayaknya pemerintah provinsi NTT serta jajarannya bersiap siaga akan kemungkinan penularan virus corona ini ke tanah NTT dengan mengikuti setiap prosedur yang sudah Kemenkes himbau dan perintahkan demi kebaikan masyarakat Indonesia, terutama warga NTT.

Hal-hal yang harus mulai dilakukan oleh warga masyarakat terkait pencegahan infeksi penyakit menular ini disampaikan oleh WHO dan Kemenkes RI melalui berbagai media massa.

Pertama, masyarakat harus menjaga kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik dengan cara mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik atau menggunakan handrub alkohol 70-80 persen.

Halaman
123
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved