Kamis, 9 April 2026

Wagub NTT Sebut Stunting Ada Kaitan dengan Kemiskinan

Josef A. Nae Soi menyebut bahwa masalah stunting ada kaitan dengan kemiskinan dan juga masalah gizi.

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Wagub NTT, Josef A. Nae Soi pose bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTT, IDAI Jawa Timur dan Managing Director Kalbe Nutritionals pada acara audensi tentang stunting di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (11/2/2020) 

Wagub NTT Sebut Stunting Ada Kaitan dengan Kemiskinan

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Wakil Gubernur (Wagub) NTT, Josef A. Nae Soi menyebut bahwa masalah stunting ada kaitan dengan kemiskinan dan juga masalah gizi.

Josef menyampaikan hal ini pada acara presentasi ilmiah Stunting dan konsekuensi jangka panjang di Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Selasa (11/2/2020).

Hadir pada kesempatan itu, perwakilan pemerintah kabupaten dan kota se-NTT, IDAI NTT dan undangan lainnya. Nampak hadir Ketua IDAI Cabang NTT, dr. Frans Taolin, SpA, Ketua IDAI Cabang Jatim, Dr. Sjamsul Arief ,S.pA(K),MARS.

Menurut Josef, stunting biasanya diidentikan dengan orang pendek, tetapi tidak selamanya anak atau orang pendek adalah stunting.

"Aristoteles tubuhnya pendek tapi jenius, jadi orang pendek belum tentu stunting.

Dalam stunting ada masalah gizi kronis dan berkaitan dengan kemiskinan

Hasil penelitian ini sangat," kata Josef.

Dikatakan, hasil penelitian itu sangat penting bagi Pemprov NTT.

"NTT sebenarnya memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa, yakni marungga /kelor.
Kelor ini sesuai hasil penelitian WHO , mengandung  46 jenis anti oksidan , mineral," katanya.

Kegiatan itu, lanjut Josef sangat penting, tidak hanya bermanfaat bagi ibu dan anak, tapi bagi masa depan baik NTT dan Indonesia.

Sedangkan Dr.dr. Ahmad Suryawan, SpA(K) mengatakan, jangan salah mendefinisikan soal stunting. Stunting dapat diketahui dari berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala.

Dikatakan, perawakan pendek sesuai kurva pertumbuhan dari WHO ,pendek dibawah minus 2 tahun.

"Pendek itu jadinya stunted, sangat pendek severe stundet. Stunting adalah anak yang
malnutrisi dan infeksi kronis," kata Suryawan.

INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN, Kabar Duka Pengasuh Ponpes Lirboyo,KH Ahmad Habibullah Zaini Wafat

Pemerintah Kota Kupang Siapkan Perumahan Bagi Pemuka Agama

Dia mengakui, data nasional masih dicampur, yakni soal orang pendek dan orang stunting.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved