Kuasa Hukum Tersangka Kredit Fiktif Bank NTT Minta Perlindungan ke Jaksa Agung

Nilai janggal Kuasa Hukum tersangka kredit fiktif Bank NTT minta perlindungan ke Jaksa Agung

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kuasa hukum Yohanes T. Nggebu, Samuel David "Ady" Adoe SH dan Bildad M. Thonak SH saat jumpa pers pada Senin (10/2/2020) petang. 

Nilai janggal Kuasa Hukum tersangka kredit fiktif Bank NTT minta perlindungan ke Jaksa Agung

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kuasa hukum tersangka kasus kredit Fiktif pada Bank NTT Kantor Cabang Utama ( KCU) Kupang, Yohanes T Nggebu menyebut ada kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut oleh Kejari Kota Kupang. Meski demikian, mereka mengaku tetap menghargai proses hukum yang sedang berjalan hingga saat ini.

Mereka, bahkan telah mendaftar gugatan praperadilan terhadap Kejari Kota Kupang pada Senin (10/2/2020) atas penetapan tersangka dan penahanan kliennya usai pemeriksaan yang dilakukan di Kantor Kejari Kota Kupang di Jalan Palapa Kecamatan Oebobo pada Kamis, 6 Februari 2020 silam.

Kasus Pembunuhan Charly Sowo, Polda NTT Datangkan Saksi dari Papua, Peluang Tambah Tersangka

"Sebagai kuasa hukum kita sudah siapkan beberapa surat untuk minta perlindungan hukum, itu ke Jaksa Agung, Jampidsus, Jaksa pengawas dan komisi III, karena ada banyak kejanggalan," ujar kuasa hukum Yohanes T. Nggebu, Samuel David "Ady" Adoe SH dan Bildad M. Thonak SH kepada wartawan, Senin (10/2/2020) petang.

Ady bahkan meminta jaksa untuk profesional dalam menyelesaikan kasus tersebut. Pasalnya, menurut mereka, proses "bocornya" kredit yang diduga merugikan negara hingga Rp 4,2 miliar itu tidak sebatas tanggung jawab kliennya dan tiga pejabat yang telah dijadikan tersangka.

Golkar Usul 4 Nama Calon Wakil Bupati Ende

Hal tersebut dikatakannya mengingat, sebagai sebuah lembaga keuangan, Bank NTT punya mekanisme tersendiri dalam melaksanakan proses kredit dari pengajuan hingga pencairan. Oleh karena itu, kejaksaan harus berani untuk mengungkapkan dan membongkar semua "pemain" yang terlibat di dalamnya.

"Kami minta Jaksa jangan tebang pilih, kalau semua bertanggung jawab maka semua harus diperiksa, " timpal Bildad.

"Kita minta jaksa konsisten dan profesional dalam menyelesaikan kasus, jangan terpaku pada empat tersangka. Tapi semua yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya," tambah Bildad.

Bildad juga menyebut, ada orang yang harus bertanggung jawab yakni penilai jaminan atas nama Lorens Male (LM). Hal ini dikatakannya karena tugas utamanya adalah menilai jaminan, dan pekerjaan itu tanpa intervensi dari klien.

Selain nama LM, Bildad juga menyebut nama Gerald Rohi (GR), yang merupakan analis utama di Bank NTT KCU Kota Kupang.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved