Ketegasan Bupati Sikka Istirahatkan Pimpinan OPD Ditunggu Masyarakat

Bupati Sikka memastikan batas akhir dokumen kontrak proyek tanggal 30 April 2020. Pimpinan OPD terlambat melakukan teken kontrak

POS KUPANG/EUGINIUS MOA
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, berbicara dalam dikusi peringatan HPN, Minggu (9/2/2020) di kediaman pribadi bupati Jalan Lingkar Luar Kota Maumere, Pulau Flores. 

Ketegasan   Bupati  Sikka Istirahatkan Pimpinan OPD Ditunggu Masyarakat

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Terobosan berani mengistirahatkan pimpinan  organisasi  pemerintahan  daerah (OPD)  yang tidak tepat waktu  menandatangani  kontrak  proyek tanggal 31  April  2020 akan ditempuh pleh  Bupati Sikka, Fransiskus   Roberto Diogo. Publik Sikka menanti  pimpinan OPD mana yang akan  jadi  korban  pertama.

“Kita  akan  bangga  Bupati  Sikka bersikap tegas  mengistirahatkan  pimpinan  OPD. Gagasan ini  juga  mendorong pimpinan OPD  bekerja  keras,” kata  pengajar Fakultas  Hukum Ubaya  Jawa Timur,  Marianus  Gaharpung,   Senin  (10/2/2020)  siang menghubungi  pos-kupang.com, dari  Surabaya.

Gagasan  ini,   menurut Marianus, perlu  ditempuh  agar  proyek-proyek  dimulai dan berakhir  tepat waktu. Salah satu penyebab kualitas  proyek asal-asalan dan  buruk karena pengerjaan terlambat

Marianus  menyarankan  agar seleksi rekanan yang menawarkan  pekerjaan  dilakukan transparan, bukan  hanya sebatas  administrasi  di atas kerja.

“Biasanya tahapan  yang makan waktu lama dan salah satu penyebab utama adalah  ‘cawe-cawe’ (ikut campur) pengurus Parpol, anggota dewan dan tim sukses yang janji sana- sini, sehingga Pokja  bingung  ambil  keputusan,”  kata Marianus.

Marianus  menyarankan tahapan seleksi administrasi dan tanda tangan kontrak dilakukan  terbuka dan serentak  di Gedung SCC, sehingga  rekanan  dan panitia  puas, tidak bekerja tidak dibawah tekanan oknum.

“Kalau  tidak, penyakit  lama akan kambuh terus, pengurus partai, oknum  anggota DPRD  dan pejabat akanikut pengaruhi proses administrasi proyek bahkan menentukan pemenang,” imbuh  Marianus.

“Jujur, saya dan  warga  masih meragukan  wacana  ini  dilaksanakan. Kasus tahun lalu,  oknum ASN yang ancam dan caci maki PPK lewat HP tidak dinonjobkan, apalagi hanya  OPD yang terlambat saja teken kontrak proyek,”   tandas Marianus.

Diberitakan sebelumnya,  Bupati  Sikka memastikan batas akhir dokumen kontrak proyek tanggal 30 April 2020. Pimpinan OPD  terlambat  melakukan  teken kontrak  proyek  setelah  tanggal  30  April   akan diistirahatkan dari  jabatan.

Ini Alasan Pelatih Barito Putera Pilih vs Persib Bandung saat Uji Tanding Timnya, Maung Bandung

Serius Maju Bupati TTU, Agus Talan Mulai Input Syarat Dukungan di Aplikasi Silon KPU

“Lelang  harus  dipercepat.  Saya  minta  pimpinan  kerja keras, batas akhir  tanda tangan  kontrak proyek  30 April 2020.  Pimpinan  yang terlambat akan diistirahatkan,” tegas Roby, sapaan  Fransiskus  Roberto  Diogo,  dalam diskusi  Hari  Pers  Nasional  (HPN), Minggu  (9/2/2020) malam di  rumah pribadi Bupati  Sikka,  Fransiskus  Roberto  Diogo. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved