Salam Pos Kupang

Kekeringan, Sapi dan Lumbung Ternak Nasional

Mari membaca Salam Pos Kupang berjudul: kekeringan, Sapi dan lumbung ternak nasional

Kekeringan, Sapi dan Lumbung Ternak Nasional
Dok
Logo Pos Kupang

Mari membaca Salam Pos Kupang berjudul: kekeringan, Sapi dan lumbung ternak nasional

POS-KUPANG.COM - KEKERINGAN masih menjadi topik utama di NTT. Sampai saat ini, persoalan kekeringan belumlah tuntas, setuntas-tuntasnya. Di saat daerah-daerah lain di Indonesia telah turun hujan, bahkan banjir melanda, namun di NTT hujan masih segitu-gitu aja. Malah ada sejumlah daerah di Pulau Sumba yang sampai saat ini belum juga turun hujan.

Tentu saja, persoalan ini tak bisa dipandang sebelah mata. Ketersediaan air menjadi hal dasar, baik bagi manusia maupun kehidupan mahluk lain.

KPU Ngada Serahkan Laporan Periodik Triwulan I Pilkada Ngada 2020

Pun begitu, dampak kekeringan ini juga dirasakan para peternak, seperti di Kabupaten Sumba Timur. Karena kekeringan ini, ketersediaan pakan ternak berupa rumput di padang mulai tipis.

Para peternak di NTT, khususnya Sumba, masih mengembalakan ternak sapi dan kuda, dengan melepasnya di padang rumput.

Seperti yang dialami Kalopas Paraba, peternak di Kampung Maujawa, Pandawai, Sumba Timur. Ia merasakan betapa susahnya mencari rumput untuk pakan ternaknya, karena rumput kering dan mati.

Ketua PKB Manggarai Tegaskan SK Partai Belum Ada Kepada Pasangan Bacabup Manggarai

Akibatnya, tak sedikit dari ternak warga ini yang mati karena kekurangan pakan berupa rumput. Padahal sapi bagi NTT merupakan salah satu sumber pendapatan. Apalagi NTT mencanangkan sebagai daerah sentra produksi daging untuk kebutuhan nasional.

Sehingga posisi ternah kelaparan ini tak bisa dipandang sebelah mata begitu saja. Ini menjadi hal yang serius.

Sebagai lumbung ternak nasional atas kesediaan daging sapi ini, sudah tentu harus dicarikan solusinya. Bisa jadi dengan mengatasi solusi mendasar berupa mengatasi ancaman kekeringan yang selalu datang setiap tahunnya. Bisa juga dengan pola sistem ternak. Atau perpaduan di antara keduanya.

Jika kekeringan mulai datang, stok pakan ternak di lumbung masih terjaga. Apalagi, sapi Sumba (sapi Ongole) merupakan jenis sapi yang sangat diminati di Indonesia, selain jenis sapi Bali.

Mengingat target populasi ternak sapi di NTT sebesar 2 juta ekor. Target ini meningkat dibanding tahun 2019 lalu yang hanya 1 juta ekor. Sedang tahun 2018, NTT telah mencapai sekitar 600.000 ekor hingga satu juta ekor lebih.

So, langkah apakah yang dipilih untuk antisipasi kelaparan ternak yang berujung kematian? Pemerintah daerah hendaknya tidak menutup mata terhadap kondisi yang dialami peternak.*

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved