Telat Teken Kontrak Proyek 31 April, Bupati Sikka Ancam Istirahatkan Kepala OPD

Pengerjaan proyek-proyek tahun anggaran 2020 tidak selesai tepat waktu memberikan referensi bagi Bupati Sikka

POS KUPANG/EUGINIUS MOA
Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, berbicara dalam dikusi peringatan HPN, Minggu (9/2/2020) di kediaman pribadi bupati Jalan Lingkar Luar Kota Maumere, Pulau Flores. 

Telat Teken Kontrak Proyek  31 April, Bupati Sikka Ancam Istirahatkan Kepala  OPD  

POS-KUPANG.COM|MAUMERE---Pengerjaan proyek-proyek tahun anggaran  2020 tidak   selesai  tepat  waktu memberikan  referensi    bagi  Bupati  Sikka, Fransiskus  Roberto Diogo.

Terhadap   tender proyek   tahun  anggaran  2020,  Bupati  Sikka memastikan batas akhir dokumen kontrak proyek tanggal 30 April 2020. Pimpinan   organisasi  pemeritahan  daerah   (OPD)  terlambat  melakukan  teken kontrak  proyek  setelah  tanggal  30  April   akan diistirahatkan dari  jabatan.

“Lelang  harus  dipercepat.  Saya  minta  pimpinan  kerja keras, batas akhir  tanda tangan  kontrak proyek  tanggal  30 April 2020.  Pimpinan  yang terlambat akan diistirahtkan,” tegas Roby, sapaan  Fransiskus  Roberto  Diogo,  dalam diskusi  Hari  Pers  Nasional  (HPN), Minggu  (9/2/2020) malam di  rumah pribadi Bupati  Sikka,  Fransiskus  Roberto  Diogo.

Diskusi   informal diprakarsai  oleh  Bupati  Sikka dihadiri  Plh Sekda Sikka,  Wilhelmus Sirilus, dan  beberapa pimpinan  OPD.  Setahun  lalu,  pada perayaan  HPN,    Bupati  Sikka bersama  pimpinan DPRD  Sikka,  Kapolres,  praktisi, dan  akademisi  Unipa  Maumere  menggelar  diskusi peringatan HPN.

Ia mengajak pimpinan OPD untuk bekerja sepanjang 24 jam. Karena   bupati   saja  bekerja hingga  pukul  02.00  dini hari

“Untuk apa jadi kepala dinas kalau tidak bisa melaksanakan kegiatan. Kalau tidak mampu ya jangan jadi pejabat,” ujarya lagi.

Menurut   Roby, pimpinan OPD sudah mengetahui instruksi ini dan siap melaksanakan. Komitmen ini dilakukan untuk menunjang pembangunan di daerah itu.

Dikatakanya, pekerjaan  yang mangkrak sampai  batas akhir  tahun  anggaran  2019  didominasi  pembangunan  gedung.   Menurut Roby,   waktu ideal  menyelesaikan  proyek  dalam  setiap  tahun  anggaran  sekitar  delapan  bulan mendapatkan  hasil yang bermutu.

“Bangunan  mangkrak   dominan gedung, karena  item  pekerjaanya  banyak sekali.   Kontraktor  tergiur dengan nilai  proyek  besar,  tetapi   tidak  memiliki  kapasitas yang cukup,” tegas  Roby.

Tim BBPP Kupang Hadiri Workshop SINOVIK 2020 Lingkup BPPSDMP

BREAKING NEWS : Sesosok Mayat Pria Ditemukan di Umanen, Atambua Barat

Dalam  catatan  pos.kupang.com,  bangunan  gedung yang tidak rampung  tanggal 31 Desember  2019 sehingga diperjangkan 50 hari  yakni   proyek  gedung Puskesmas Waigete,   Puskesmas  Bola dan   IGD  RSUD  dr.TC.Hillers Maumere.  (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius  Mo’a).

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved