Opini Pos Kupang

MPR, Rumah Kebangsaan dan Kepemimpinan Inklusif

Baca Opini Pos Kupang berjudul: MPR, rumah kebangsaan dan kepemimpinan inklusif

MPR, Rumah Kebangsaan dan Kepemimpinan Inklusif
Dok
Logo Pos Kupang

Kegiatan bertajuk Uji Cinta Kebangsaan yang mengikutsertakan 170 komunitas motor tersebut ditopang oleh kemitraan beberapa organisasi diantaranya Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (Gerak BS). Selain itu akan ada penandataanganan Kerjasama MPR dengan Pengurus Besar eSport Indonesia, berkaitan dengan Digital Games Ketangkasan Empat Pilar Kebangsaan.

Bersentuhan dengan ide-ide toleransi dan solidaritas, Bamsoet jeli memosisikan MPR sebagai sumber sekaligus muara harapan dari rakyat Indonesia yang pluralis. Baru-baru ini, 29 Januari 2020, dalam event Perayaan Natal dan Tahun Baru 2020 di lingkungan MPR RI, DPR RI, dan DPD RI, yang bertema "Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang" dan sub-tema "Bekerja bersama dalam kerukunan dan persaudaraan untuk mencapai Indonesia Maju", Bamsoet bertutur lantang; "Sebagai bangsa yang besar dan majemuk, bangsa Indonesia kaya akan nilai-nilai dan norma, termasuk nilai-nilai relijius yang hidup dan berkembang di tengah kehidupan masyarakatnya. Nilai-nilai inilah yang wajib kita jaga, kita rawat, dan kita lindungi bersama, dengan dilandasi semangat persaudaraan dan persatuan".
Bamsoet meyakinkan semua pihak bahwa; "Sebagai makhluk sosial, hidup berdampingan dalam kerukunan dan bekerja bersama dalam keharmonisan adalah sebuah keniscayaan. Hanya dengan kebersamaan dan kerukunan, maka cita-cita Indonesia Maju yang kita idam-idamkan akan dapat kita raih bersama".

Di bagian lain sambutannya, Bamsoet berkata: "Tuhan telah menganugerahkan manusia dengan kesempurnaan bentuk dan rupa, yang dari padanya kita dapat belajar memaknai rasa persaudaraan. Kita adalah ibarat satu tubuh, ketika kita jatuh dan tangan kita terluka, maka rasa sakit tersebut juga turut dirasakan oleh anggota tubuh kita yang lain: mulut turut mengaduh, bibir turut meringis, mata turut berkaca-kaca, dan tubuh bersusah payah untuk bangkit kembali. Inilah perasaan senasib sepenanggungan. Kita lahir, tumbuh, dan hidup di atas tanah air yang sama; dan berlindung di bawah naungan cakrawala yang sama, maka sudah sepatutnya kita hembuskan nafas kebersamaan dalam setiap gerak langkah kita sebagai sesama anak bangsa".

Kader senior sekaligus tokoh utama SOKSI pada era mutakhir ini, melanjutkan pandang kebangsaannya; "Sejarah perjuangan bangsa kita pun telah memberi pesan berharga, bahwa cita-cita kemerdekaan tidak akan pernah tercapai bila kita masih begitu mudah terpecah belah. Sikap egois, individualis serta eksklusif, tidak akan pernah menjadi solusi efektif dalam menjawab setiap persoalan bangsa dan tantangan zaman.

Selaras dengan tema dan sub tema Perayan Natal pada hari ini, kita sadari bersama bahwa betapa pahit--manis kehidupan yang telah menempa kita sebagai sebuah bangsa, telah memberikan kita sebuah cermin untuk berkontemplasi: bahwa persahabatan, kerukunan dan persaudaraan adalah kata kunci yang tidak bisa ditawar-tawar untuk hidup bersama dalam keberagaman.

Untuk mewujudkan kebersamaan, kita perlu membangun paradigma yang sama, bahwa pluralitas kita sebagai bangsa adalah realita yang mesti disikapi secara cerdas dan bijaksana. Heterogenitas bangsa kita adalah kekayaan yang menyatukan, bukan perbedaan yang memisahkan".

Nasehat kebangsaan dari Bamsoet dalam perayaan Natal itu dikunci dengan posisi pemikiran ideologisnya yang tegas-kokoh, berbanding lurus dengan nilai-nilai luhur Pancasila; "Dalam konteks ke-Indonesia-an, kita pun menyadari sepenuhnya bahwa Indonesia bukan negara agama, bukan pula negara sekuler. Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa telah memberikan kita tempat untuk berpijak, juga memberikan ruang kemitraan dan kesetaraan bagi kita untuk sama-sama menghadirkan kedamaian di bumi Indonesia. Pancasila memberikan inspirasi dan landasan moral bagi kita untuk membuktikan bahwa kita adalah bangsa yang ber-ketuhanan, ber-perikemanusiaan, memegang teguh persatuan, mengutamakan musyawarah, dan adil dalam mewujudkan kesejahteraan". *

Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved