Salam Pos Kupang

Lima Tahun Tinggal di Hotel

Sebanyak 227 imigran berasal dari 3 negara yakni Afganistan, Pakistan dan Aljazair saat ini menetap di wilayah Kota Kupang

Lima Tahun Tinggal di Hotel
Dok
Logo Pos Kupang

POS-KUPANG.COM - Sebanyak 227 imigran berasal dari 3 negara yakni Afganistan, Pakistan dan Aljazair saat ini menetap di wilayah Kota Kupang. Sudah lima tahun mereka di sini ( hotel).

Keseharian mereka di wilayah Kota KASIH ini sangat nampak. Para imigran ini banyak yang sudah mulai menyatu dengan masyarakat sekitar.

Para imigran ini bisa terlihat kesehariannya saat mereka naik angkutan kota (angkot) ke Pasar Oeba, di Kelurahan Fatubesi, Kecamatan Kota Lama Kota Kupang. Atau ke Pasar Oesapa dan juga Pasar Kasih Naikoten untuk berbelanja kebutuhan hidup. Terkadang para imigran ini menggunakan jasa angkutan umum (angkot), namun ada juga yang memilih ke pasar atau ke toko/mart menggunakan sepeda pancal.

Kasat Reskrim Polres Manggarai Akui Banyak Anak Terlibat Pidana Pencurian Tapi Perlu Peran Orangtua

Memang kehadiran imigran ini tidak mengganggu aktivitas keseharian masyarakat di kota ini. Sebab, mereka mampu beradaptasi.

Para imigran ini tinggal di Hotel Kupang Inn, Hotel Lavender, Hotel Ina Boi dan di Rumah Detendi Imigrasi (Rudemin) Kupang. Mereka ingin mendapat suaka politik ke negara tujuan yang mereka idamkan.

Namun sesuai aturan, pemerintah pun tak punya kewenangan mengatur atau mencarikan negara ketiga untuk mereka. Mengacu Perpres RI Nomor 125 tahun 2015 tentang Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri bahwa kewenangan Indonesia sebagai negara wajib menegakkan HAM sesuai konvensi HAM.

Moderasi Keagamaan dan Ikhtiar Toleransi (Apresiasi terhadap Wali Kota Kupang)

Selain itu, sesuai konvensi PBB, Indonesia memiliki kewajiban melindungi dan memfasilitasi imigran dari semua negara.

Tentu kita berharap ke depan, para imigran tersebut bisa mendapat status suaka ke negara ketiga sehingga para imigran ini pun bisa menata kehidupan yang lebih baik.

Namun negara tujuan pun memiliki sejumlah kritera untuk bisa menerima para imigran. Di sinilah letak soalnya sehingga keberadaan para imigran ini sudah lima tahun masih berada di NTT ini.

Kita tentu berharap, lembaga/organisasi yang mengurus atau mengatur para imigran (UNHCR dan IOM) bisa mempercepat mencarikan negara ketiga untuk mereka.

Kita juga berharap agar kehadiran para imigran yang sudah bermukim cukup lama di sejumlah tempat penampung sementara di Kota Kupang ini pun tidak menimbulkan masalah sosial, atau gesekkan sosial dengan pendudukan setempat sehingga tidak menimbulkan keresahan sosial beserta dampak ikutannya.

Sebab, beberapa waktu lalu, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat mewacanakan untuk memindahkan para imigran tersebut ke Pulau Ndana. Pulau terluar yang ada di Pulau Rote dan berhadapan langsung dengan negara Australia.

Namun wacana tersebut belum terealisasi hingga saat ini. Walaupun pada awal wacana tersebut sempat menimbulkan aksi protes dari para imigran di Kantor Imigrasi Kupang. Kita memang berharap agar IOM dan UNHCR segera mencarikan negara ketiga untuk mereka. Hanya itu solusinya untuk menghindari pergesekan dan mekarnya kecemburuan sosial. (*)

Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved