Bayi Enam Bulan di Sikka Meninggal Dunia Akibat DBD
pesialis anak RSUD dr.TC.Hillers Maumere, Pulau Flores, dr.Mario Nara, Sp.A, memastikan adanya korban ketiga terjangki
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM,MAUMERE---- Spesialis anak RSUD dr.TC.Hillers Maumere, Pulau Flores, dr.Mario Nara, Sp.A, memastikan adanya korban ketiga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) meninggal di RSUD Maumere, Rabu (5/2/2020).
Korban bayi berusia enam bulan, Adrianus Tani Wangge berdomisili di Waidoko, Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat.
“Ada satu anak (meninggal) usia 6 bulan dirawat karena DBD grade 2 dan bronkopnemonia (infeksi paru),” tulis Mario Nara, dalam pesan WhatsApp, Kamis (6/2/2020) malam.
Dijelaskan, pasien DBD ini menginap di Ruang Dahlia. Kali pertama masuk, demikian Mario, kondisinya lemah dan mengalami batuk. Yang membuat kondisi korban makin memburuk karena infeksi paru-paru.
Di hari yang sama, Rabu (5/2/2020) di RS Sta. Elisabeth Lela, Feradensia Akulia Trifena (11) menghembuskan nafas terakhir karena DBD. Warga Detubinga, Kecamatan Tanawawo masuk RS dalam kondisi shok.
• Curi Motor, 2 Remaja Ditangkap Tim Jatanras Polres Manggarai
Korban pertama Elisabeth Marsela (1,7) meninggal Selasa (6/1/2020) di RSUD dr. T.C. Hillers Maumere. Kemudian Yohanes Yuliano Putra Bang (2,7) meninggal Selasa (21/1/2020) dini hari di RSUD dr.TC Hillers Maumere.
Pemerintah daerah setempat telah menetapkan DBD sebagai kejadian luar biasa (KLB) sejak 22 Januari 2020. Sampai hari Kamis siang sebanyak 405 warga Sikka terkena DBD berasal dari 18 kecamatan di Sikka.
Sampai kemarin ada 48 pasien DBD dirawat di RSUD TC Hillers Maumere. Sebanyak 35 pasien dirawat di Ruang Melati,tiga pasien di Paviliun, empat pasien di Ruang Mawar dan enam pasien di Ruang Flamboyan. (laporan wartawan pos-kupang.com,eginius mo’a).
