Tahun 2019 Real Estate di NTT Tidak Bertumbuh

Dari hasil pengolahan dan pengumpulan data, BPS NTT merilis Pertumbuhan Ekonomi NTT sebesar 5,20 persen. Untuk real estate tidak ada pertumbuhan

Tahun 2019 Real Estate di NTT Tidak Bertumbuh
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus menjelaskan terkait pertumbuha ekonomi NTT 2019, di Aula Lantai II Kantor BPS NTT 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Dari hasil pengolahan dan pengumpulan data, BPS NTT merilis Pertumbuhan Ekonomi NTT tahun 2019 sebesar 5,20 persen. Persentase pertumbuhan ini dinilai cukup baik di atas dari nasional yang 5,02 persen. Karena diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2018 agak melambat, tapi NTT masih di atas nasional.

Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus ketika merilis Pertumbuhan Ekonomi NTT tahun 2019 di Aula Lantai II Kantor BPS NTT, Rabu (5/2), menyampaikan atas dasar harga berlaku tahun 2019 mecapai Rp106,89 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp69,37 triliun. Dari tahun ke tahun pertumbuhan di NTT belum terlalu signifikan.

"Diharapkan kedepan pembangunan-pembangunan yang sudah dilakukan pemerintah bisa memberikan multiplayer dan dorongan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kedepan," tuturnya.

Pertumbuhan sebesar 5,20 persen, lanjutnya, masih didorong oleh pertanian 28 persen, administrasi pemerintahan, 13,66 persen karena NTT masih mengandalkan APBN, kemudian diikuti perdagangan, konstruksi, jasa pendidikan, dan lainnya.

Harga Bawang Putih di Kupang Melambung Drastis

"Dari sisi produksi, pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan industri pengolahan, 9,14 persen , diikuti administrasi pemerintahan, 8,17 persen, dan lainnya. "Semua mengalami pertumbuhan kecuali real estate yang tidak bertumbuh," ujarnya.

Lanjutnya, sumber pertumbuhan ekonomi NTT menurut lapangan usaha yaitu administrasi pemerintahan 1,05 persen, pertanian sebesar 1,01 persen, perdagangan sebesar 0,90 persen informasi dan komunikasi, 0,49 persen.

Disebutkannya, pertumbuhan PDRB tertinggi menurut lapangan usaha triwulan IV tahun 2019 yaitu pengadaan listrik, konstruksi, dan lainnya.

Ia mengatakan fenomena ekonomi yang terjadi diantaranya beberapa lapangan usaha berakhirnya masa panen tanaman pangan, pengadaan listrik dan gas produksi energi listrik yang dibangkitkan dari PLN meningkat pada triwulan IV 2019.

Dijelaskan lebih lanjut, ekonomi NTT triwulan IV tahun 2019 tumbuh sebesar 5,32 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2018 year on year.

Dari sisi lapangan usaha pertumbuhan ekonomi tertinggi dicapai oleh lapangan usaha konstruksi sebesar 8,18 persen, dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi dicapai oleh komponen pembentukan modal tetap bruto yang bertumbuh sebesar 50,2 persen.

Ekonomi NTT triwulan IV 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 2,21 persen dibandingkan dengan triwulan III 2019 q to q. Dari sisi lapangan usaha pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha pengadaan listrik gas sebesar 11, 46 persen.

Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen konsumsi pemerintah sebesar 13,29. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved