Ini Tiga Kota di NTT yang Alami Inflasi

Tiga kota di NTT yakni Kupang, Maumere dan Waingapu mengalami inflasi sebesar 0,53 persen

Ini Tiga Kota di NTT yang Alami Inflasi
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus, dalam Pertemuan Rutin Bulanan di Aula Rapat Lantai II Kantor BPS NTT, Senin (3/2/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG  -Tiga kota di NTT yakni Kupang, Maumere dan Waingapu mengalami inflasi sebesar 0,53 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 103,95 pada Januari 2020.
Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,47 persen, Kota Maumere sebesar 0,64 persen dan Kota Waingapu sebesar 0,98 persen.

"Inflasi Januari 2020 di NTT terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada 7 dari 11 kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga terbesar adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau yang naik sebesar 3,16 persen," kata Kepala BPS NTT, Darwis Sitorus, dalam Pertemuan Rutin Bulanan di Aula Rapat Lantai II Kantor BPS NTT, Senin (3/2).

Selanjutnya pada Januari 2020, dari 90 kota sampel IHK nasional, 79 kota mengalami inflasi dan 11 kota mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 1,44 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Gorontalo sebesar 0,03 persen.

Nikmati Aneka Promo Serba Rp 50.000, Semarak HUT ke 50 Gramedia

Darwis juga menjelaskan terkait Nilai Tukar Petani (NTP) Januari 2020 didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100). Penghitungan NTP ini mencakup lima subsektor, yaitu subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan.

Pada bulan Januari, sebutnya, NTP NTT 96,25 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 95,55 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P),102,66 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H), 93,09 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 103,61 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 95,94 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

Dikatakannya, terjadi penurunan sebesar 0,90 persen pada NTP Januari 2020 jika dibandingkan dengan NTP Desember 2019.

"Dapat disimpulkan bahwa tingkat kemampuan/daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan menurun dibanding bulan sebelumnya atau terjadi penurunan harga produksi pertanian sedangkan harga kebutuhan konsumsi pertanian meningkat," tuturnya.

Di daerah pedesaan, lanjutnya, terjadi inflasi 1,00 persen dipengaruhi oleh kenaikan harga makanan, minuman dan tembakau karena adanya peningkatan harga cukai rokok.

41 Ribu Tamu Nginap di Hotel

Penghunian Kamar (TPK) Hotel Bintang di NTT pada Desember 2019 sebesar 53,75 persen, naik 1,20 poin dibanding TPK November 2019 yang sebesar 52,55 persen.

Jumlah tamu menginap pada hotel bintang Desember 2019 sejumlah 41.556 orang dengan rincian 38.125 orang tamu nusantara dan 3.431 orang tamu mancanegara.

Darwis menyampaikan rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada Desember 2019 selama 1,61 hari. Rata-rata lama tamu nusantara menginap selama 1,49 hari dan rata-rata lama tamu mancanegara menginap selama 2,88 hari.

Mengenai jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada bulan Desember 2019 berjumlah 177.162 orang sedangkan penumpang yang berangkat berjumlah 161.280 orang.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved