BPTP NTT Siapkan Enam Varietas Padi Unggul Baru

BPTP melakukan penanaman perdana enam varietas padi unggul yang nantinya akan menghasilkan benih kelas Benih Sumber.

BPTP NTT Siapkan Enam Varietas Padi Unggul Baru
BPTP NTT untuk POS-KUPANG.COM
ISTIMEWA TANAM - Bertempat di lahan IPP2TP Naibonat, Jumat (31/1) dilakukan penanaman perdana enam varietas padi unggul yang nantinya akan menghasilkan benih kelas Benih Sumber.

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTT sebagai salah satu institusi penelitian dan pengembangan pertanian memiliki tugas dan fungsi menyediakan benih berkualitas bagi petani.

Untuk itu hari ini (31/1) bertempat di lahan IPP2TP Naibonat dilakukan penanaman perdana enam varietas padi unggul yang nantinya akan menghasilkan benih kelas Benih Sumber.

Keenam Varietas Unggul Baru (VUB) yang diperbanyak menjadi Benih Sumber berlabel Putih adalah, Varietas Inpari 24, Inpari 42, Inpari 43, Ciherang, Situ Bagendit, dan Inpari Nutri Sinc. Semua VUB ini dianggap baru dan favorit di NTT dan beberapanya telah tersebar terbatas di lahan-lahan petani.

Acara penanaman perdana Benih Sumber dihadiri oleh seluruh peneliti, penyuluh, teknisi BPTP NTT, yang dikomandani langsung oleh Kepala BPTP NTT, Dr. Procula Matitaputy.

Dalam arahannya, Dr Procula menegaskan pentingnya aktualisasi dari program dan inovasi yang telah ada, yaitu indikator terserapnya teknologi ke petani, luasan lahan yang menggunakan inovasi tersebut, serta dampak peningkatan produksi, produktivitas, dan kesejahteraan petani.

Industri Jasa Keuangan di NTT Tunjukkan Tren Positif

"Bapak Menteri Pertanian selalu menegaskan untuk membangun kawasan pertanian yang maju, mandiri, dan modern yang nyata di lapangan. Hari ini kita menanam padi untuk memperoleh kelas benih sumber untuk nantinya digunakan oleh penangkar untuk mendapatkan kelas benih sebar yang akan dimanfaatkan oleh seluruh petani padi sawah. Kita berharap produksi dari benih yang kita tanam hari ini akan digunakan oleh petani padi sawah di wilayah NTT. Petani akan menggunakan padi VUB untuk menciptakan Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern" jelas Rudy, panggilan akrab Kepala BPTP NTT.

Pengamatan pada lahan sawah di kawasan teluk Kupang, umumnya petani sudah menyiapkan bibit di persemaian dan menunggu waktu penanaman yang disesuaikan dengan kondisi air di petak persawahan.

Perubahan curah hujan saat ini mempengaruhi waktu tanam padi. Diharapkan hujan masih tetap turun dan penanaman padi dapat bertumbuh dan berproduksi optimal. (Laporan Paul Burin)

Penulis: Paul Burin
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved