Kopdit Swasti Sari Beri Pinjaman Hingga Rp400 M, 25 Persen untuk Sektor Riil

Rencana Kopdit KSP Swasti Sari tahun ini yakni akan memberikan pinjaman kepada anggota mencapai Rp400 miliar dengan porsi 25 persen sektor riil.

Kopdit Swasti Sari Beri Pinjaman Hingga Rp400 M,  25 Persen untuk Sektor Riil
POS-KUPANG.COM/Yeni Rachmawati
Yohanes Sason Helan 

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Rencana Kopdit KSP Swasti Sari tahun ini yakni akan memberikan pinjaman kepada anggota mencapai Rp400 miliar dengan porsi 25 persen sektor riil. Sedangkan tahun lalu Rp300 milyar.

General Manager, Yohanes Sason Helan,di Kupang, Kamis (30/1), menyampaikan tahun ini yang lebih dominan adalah koperasi akan masuk di sektor riil tidak hanya menjual uang sebatas konsumtif, tapi lebih mengutamakan sektor rill.

"Jadi mengubah mindset anggota, kemarin pola makan minum saja pinjam buat pesta hura-hura kita mengubah ke sektor rill. Sektor rill sasarannya di semua cabang. Seperti pertanian komoditi-komoditi unggulan misalnya cengkeh. Cara menanam cengkeh sampai pada perawatan, panen hingga pemasaran, juga kopi, dan komoditi unggulan lainnya. Kalau daratan Timor, Semau, Rote, Sabu Raijua lebih fokus pada palawija. Pemasarannya kami akan bekerja sama dengan Pemda di kabupaten maupun provinsi," katanya sambil menambahkan, produk lokal tetapi tidak boleh kalah dengan produk-produk daerah lain termasuk dalam hal kemasan

Petani Desa Aeramo Nagekeo Mengeluh Tanaman Jagung Terancam Gagal Panen

Ia mengatakan dengan hadirnya pinjaman untuk sektor rill ini, maka anggota sudah mulai sadar meminjam uang bukan untuk foya-foya atau kegiatan kegiatan yang tidak produktif tapi lebih pada kegiatan produktif sehingga bisa menghasilkan.

"Istilahnya jual uang menghasilkan uang. Jual uang untuk beli mobil satu beberapa tahun kedepan bisa bertambah. Kalau sektor rill jelas maka kami sudah punya mart yang akan masuk dalam Swasti Sari Mart. Kemarin kami sudah kerja sama dengan sabun lokal. Pada pra RAT baru-baru ini di daratan Timor, respon dan minatnya anggota akan sabun NTT sangat luar biasa. Produk yang dibawa semuanya habis dibeli anggota," tukasnya.

Dia menambahkan, dalam program kerja, untuk semua cabang yang sudah diplenokan di tingkat pengurus dan pengawas yang akan dibawa pada materi RAT untuk disampaikan ke anggota.

Sason Helan menegaskan, tim harus kompak dan kuat, jika tidak akan berbahaya "Oleh karena itu manajemen kerja, kompeten, manajemen operasional dan tidak membedakan suku, agama, ras, harus terjaga dengan bekerja jujur, tekun dan ikhlas," ujarnya.

Tahun ini, kata Sason Helan, Swasti Sari akan membuka dua cabang lagi di dua provinsi di Jawa Timur dan NTB, dengan menambah karyawan 95 tenaga kerja untuk membantu pengangguran di wilayah ini. Rencana kerja tahun ini aset sudah diatas Rp1,1 triliun, dengan jumlah anggota 147 ribu anggota, dengan 32 cabang dan 80-90 kantor kas. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved