Antisipasi Gagal Tanam, Pemkab Sumba Barat Minta Warga Tanam Ubi Kayu, Keladi dan Kacang-Kacangan

Antisipasi gagal tanam, Pemkab Sumba Barat minta warga tanam ubi kayu, keladi dan kacang-kacangan

POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Lahan sawah di belakang lapangan pacuan kuda Gelora Pada Eweta belum diolah akibat tidak turun hujan 

Antisipasi gagal tanam, Pemkab Sumba Barat minta warga tanam ubi kayu, keladi dan kacang-kacangan

POS-KUPANG.COM | WAIKABUBAK - Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat, Ir.Amos R.Dida mengatakan, melalui Bupati Sumba Barat, Drs.Agustinus Niga Dapawole telah menyurati para camat dan kepala desa agar menggerakan petani menanam beranekaragam tanaman umbi-umbian seperti keladi, ubi jalar (petatas), ubi kayu, pisang dan juga beragam jenis umbian lainnya.

Petani tidak bisa lagi sepenuhnya menggantungkan hidup pada padi sawah karena hujan tidak turun normal seperti sekarang.

Petani Desa Aeramo Nagekeo Mengeluh Tanaman Jagung Terancam Gagal Panen

Karena itu manfaatkan lahan yang tersedia dengan menanam berbagai tanaman jagung, umbi-umbian dan lainnya demi memenuhi kebutuhan hidup ke depan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumba Barat, Ir.Amos R.Dida menyampaikan hal itu di kantornya,Jumat (31/1/2020). Menurutnya, dengan memperhatikan curah hujan yang turun tidak nornal sebagaimana terjadi sampai hari ini maka dapat dipastikan sebagian besar petani gagal tanam.

Untuk itu pihaknya menghimbau petani memanfaatkan lahan yang tersedia dengan menanam beragam umbi-umbian dan kacang.

Menggembirakan, Perkembangan Industri Jasa Keuangan di NTT Tunjukkan Tren Positif

Ia menambahkan, pihaknya telah mendroping benih padi dan jagung ke tangan petani. Sayangnya sampai saat ini hujan turun tidak normal sehingga petani belum menanam pula. Lahan dan benih sudah siap dan kini hanya menunggu kemurahan Tuhan menurunkan hujan normal agar petani dapat menanamnya.

Sementara itu pantuan POS-KUPANG.COM, Jumat (31/1/2020) sebagian besar lahan persawahan sekeliling kota Waikabubak belum diolah. Lahan masih kering kerontang. Hal itu terjadi akibat hujan turun tidak normal.

Meski demikian, sebagian sudah menanam memanfaatkan air kali sekitar. Namun debit air kali tersebut juga terbatas karena bersumberkan air hujan pula. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved