Harga Telur Ayam Sentuh Angka Terendah

Harga telur ayam negeri yang merosot tajam dalam beberapa pekan membuat peternak ayam petelur di sejumlah daerah kelimpungan.

Harga Telur Ayam Sentuh Angka Terendah
Pos Kupang.Com/Yen
TELUR AYAM -- Penjual Telur, Paman Bahri ketika menjajakan telurnya di Pasar Tradisional Oeba, Kamis (18/7/2019). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Harga telur ayam negeri yang merosot tajam dalam beberapa pekan membuat peternak ayam petelur di sejumlah daerah kelimpungan.

Ketua Bidang Layer Pinsar Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Leopold Halim mengatakan, kondisi peternak ayam petelur saat bisa dibilang dalam kondisi babak belur karena anjloknya harga telur.

"Bukan sudah turun lagi, hancur harganya, hancur pokoknya harga telur. Kita makin babak belur," ucap Halim Selasa (28/1). Menurutnya, kondisi ini akibat permintaan telur yang menurun, di sisi lain suplai telur ayam justru meningkat di awal tahun.

"Kalau dibilang kondisinya susah, iya benar susah. Demand berkurang terus, padahal tahun lalu baik-baik saja," ujar Halim.

Perwira TNI Dibimbing Lapor SPT Tahunan

Peternak ayam petelur yang memiliki kandang di Tangerang ini mengatakan, harga telur ayam di tingkat peternak di Jabodetabek saat ini sudah menyentuh di bawah Rp19.000/kg.

"Kalau normal harga sesuai Permendag kan Rp19.210/kg, itu harga seharusnya. Di peternak Jawa Timur lebih parah lagi turunnya, sampai Rp17.000/kg. Ini harganya makin lama makin turun terus," ungkapnya. Dari data Pinsar per Selasa (28/1), harga telur di Jawa Timur memang menyentuh angka terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Capaian Kinerja Pajak di NTT 90,33 Persen

Di Blitar yang jadi sentra peternakan ayam layer terbesar di Indonesia, harga telur ayam di tingkat peternak hanya dihargai Rp16.900/kg.Kemudian di sentra peternakan ayam petelur lainnya di Jawa Timur seperti Magetan harga telur peternak dipatok Rp16.600/kg, Pacitan Rp17.500/kg, Madiun Rp17.000/kg, Ponorogo Rp17.000/kg, Jember Rp16.800/kg, dan Banyuwangi Rp16.800/kg.

Sementara harga telur di peternak Jawa Tengah juga relatif anjlok. Seperti Purwokerto Rp18.400/kg, Kendal Rp17.000/kg, Solo Rp17.000/kg, Magelang Rp17.500/kg, dan Semarang Rp17.500/kg.
Lalu di Jawa Barat harga telur ayam peternak di Cianjur dihargai Rp18.500/kg, Bandung Raya Rp18.400/kg, Ciamis Rp18.200/kg, dan Jabodetabek Rp18.500/kg. Selain itu, harga ayam layer afkir juga sedang rendah-rendahnya yakni hanya sebesar Rp15.000/kg di Jawa Timur, Rp14.000/kg di Jawa Barat, dan Rp17.000/kg di Jawa Tengah.

"Turun semua harga telur, cuma yang paling parah di Jawa Timur. Tahun lalu habis liburan (tahun baru) tidak seperti ini," kata Halim.

Harga Jagung Naik

Ketua Bidang Layer, Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar), Leopold Halim, mengungkapkan peternak semakin tertekan ketika harga telur ayam yang anjlok bersamaan dengan kenaikan harga jagung yang jadi bahan baku utama pakan unggas.

"Sudah harga telur ayam turun, harga jagung malah naik terus. Sekarang jagung saja sudah Rp5.000/kg lebih, kalau normal jagung itu Rp4.000/kg," ujar Halim

Pihaknya menduga, kelebihan pasokan telur jadi penyebab utamanya. Ini lantaran permintaan telur di awal tahun relatif stabil, kalaupun ada penurunan angkanya relatif tak terlalu besar. Dikatakannya, banyak telur breeding dari pabrikan yang merembes ke pasaran.

"Tahun lalu tidak seperti ini. Kami mennduga sih karena ada telur-telur dari breeding yang keluar. Secara aturan kan memang tidak boleh telur breeding pabrik dijual, cuma kita juga tak bisa membuktikan," ungkapnya. Selain telur, harga ayam afkir atau ayam petelur yang sudah lewat masa produktif juga anjlok karena pasokan daging ayam di pasar juga tengah berlebih. Bahkan jika kondisinya terus memburuk, sambunnya, asosiasi peternak tengah berembuk untuk melakukan demonstrasi ke Jakarta seperti beberapa tahun lalu. (kompas.com)

Editor: Hermina Pello
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved