Bupati Belu, Willy Lay Lantik Empat Kades, Ini Pesan Buat Kades

Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H melantik empat kepala desa (kades) hasil pemilihan serentak tahun 2019 lalu di Kabupaten Belu.

POS KUPANG/TENI JENAHAS
Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H menyemat tanda jabatan kepada kepala desa yang dilantik periode 2020-2026, di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Rabu (29/1/2020). 

Bupati Belu, Willy Lay Lantik Empat Kades, Ini Pesan Buat Kades

POS-KUPANG.COM| ATAMBUA----Bupati Belu, Willybrodus Lay, S.H melantik empat kepala desa (kades) hasil pemilihan serentak tahun 2019 lalu di Kabupaten Belu.

Empat kades yang dilantik yakni, Yonatas Mali Bere sebagai Kades Lameksenulu, Kecamatan Lamaknen,
Zakarias Siri sebagai Kades Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Engelbertus Foa sebagai Kades Takirin, Kecamatan Tasifeto Timur dan Martins Nai Bili sebagai Kades Umaklaran, Kecamatan Tasifeto Timur.

Mereka dilantik untuk periode 2020-2026. Acara pelantikan berlangsung di Gedung Wanita Betelalenok Atambua, Rabu (29/1/2020).

Bupati Belu Willybrodus Lay dalam sambutannya mengingatkan para kepala desa terlantik agar menggunakan dana desa secara baik demi pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat desa.

Bagi kepala desa yang menyalahgunakan anggaran akan diberi taguran oleh Bupati dan bisa diproses secara hukum.

Bupati Willy Lay juga meningatkan kepala desa agar senantiasa tinggal di desa untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, bukan setelah menjadi kepala desa, ia tinggal di kota.

"Jangan setelah jadi kepala desa tidak tinggal di desa tapi tinggal di kota. Nanti masyarakat butuh kepala desa tapi kepala desa tidak ada", pesan Bupati Willy.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Belu, Jeremias Manek Seran Jr mengatakan, momentum pelantikan harus dipandang sebagai peralihan kepemimpinan pemerintah di tingkat desa.

Karena itu, para kades terlantik diminta untuk menjaga keharmonisan masyarakat desa dan semua perbedaan selama pemilihan kepala desa harus diakhiri.

Tugas enam tahun ke depan adalah mengurus pembangunan di desa dan melayani masyarakat desa tanpa diskriminasi.

´┐╝Manek Junior demikian sapaannya mendorong para kepala desa untuk lebih kreatif dan inovatif dalam membangun desanya masing-masing.

Sebagai pemimpin di desa mesti mampu melihat dan menggali potensi yang dimiliki desa yang dapat dikelolah secara baik demi peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi dana desa yang dikuncurkan pemerintah pusat nilainya relatif besar dalam mendukung pembangunan di desa.

FAKTA BARU Oknum Polisi Kepergok Bersama Istri Orang Sedang Hamil Hanya Bercelana Dalam, Suami Murka

Inspektorat NTT Audit Proyek Monumen Pancasila

Acara pelantikan empat kepala desa dihadiri beberapa pimpinan forkompimda, pimpinan OPD, Camat, rohaniwan, tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat dari keempat desa. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas).

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved