Kisruh Eksekusi Lahan di Bakunase II, PN Kupang : Kalau Objek Tidak Sama, Eksekusi Tidak Dilakukan

juru sita PN Kupang dan pemohon eksekusi Yery E. Bilik ke Polda NTT pada Sabtu (25/1/2020) atas dugaan tindak pidana pengrusakan.

Kisruh Eksekusi Lahan di Bakunase II, PN Kupang : Kalau Objek Tidak Sama, Eksekusi Tidak Dilakukan
POS KUPANG/RYAN NONG
Humas PN Kelas IA Kupang Fransiskus W Mamo SH., MH 

Kisruh Eksekusi Lahan di Bakunase II, PN Kupang : Kalau Objek Tidak Sama, Eksekusi Tidak Dilakukan 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Proses eksekusi lahan dan bangunan objek perkara perdata nomor 210/PDT.G/2014/PN.KPG di Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja Kota Kupang pada Kamis (23/1/2020) meninggalkan kisruh. 

Setelah bangunan rumah permanen ukuran 12x24 meter yang berdiri di atas lahan 1.262 meter2 itu rata dengan tanah, Rince Masu (52) kemudian melakukan upaya hukum dengan melaporkan Ketua PN Kupang, Ketua Panitera PN Kupang, juru sita PN Kupang dan pemohon eksekusi Yery E. Bilik ke Polda NTT pada Sabtu (25/1/2020) atas dugaan tindak pidana pengrusakan. 

Rince yang merupakan istri dari tergugat (termohon eksekusi) Samuel Benu tidak terima karena objek yang dieksekusi merupakan objek miliknya yang dinyatakan dengan surat yang sah dan legal. 

Eksekusi yang dilakukan PN Kupang pada Kamis (23/1/2020) terhadap bangunan rumahnya di Kelurahan Bakunase II Kecamatan Kota Raja Kota Kupang tersebut, katanya, merupakan eksekusi yang salah alamat karena objek yang dieksekusi berbeda dengan objek gugatan. 

Eksekusi berdasarkan Putusan No.210/Pdt.G/2014/PN.KPG, jo. Putusan Pengadilan Tinggi Kupang No. 176/Pdt/2015/PT. KPG, jo. Putusan Mahkamah Agung RI No. 1784.K/Pdt/2016 tersebut tidak adil dan sewenang-wenang karena dilakukan tanpa melihat fakta sebenarnya, yakni bahwa objek gugatan tersebut salah alamat karena alamat objek dalam gugatan tersebut terletak dahulu di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang dan sekarang sudah dimekarkan menjadi Kelurahan Bakunase II. 

Sedangkan, fakta sebenarnya adalah bahwa Kelurahan Bakunase II adalah pemekaran dari kelurahan Bakunase

Selain itu, dijelaskan, tergugat Samuel Benu tidak pernah mempunyai objek atau bidang tanah yang dimaksud tersebut karena bidang tanah tersebut merupakan milik Rince Masu dengan bukti sertifikat hak milik nomor 72 Kelurahan Bakunase II atas namanya.

Tanah dengan luas 1.262 meter2 tersebut adalah tanah warisan orang tuanya, dan bangunan rumah permanen berukuran 12x24 meter yang dibangun pada 1992 tersebut dan secara bertahap direnovasi juga merupakan peninggalan orang tuanya. 

Terhadap hal tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1A Kupang Dju Johnson Mira Mangngi melakukan klarifikasi melalui Kepala Humas PN Kupang Fransiskus W Mamo SH., MH pada Senin (27/1/2020). 

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved