DBD Serang Kabupaten di NTT
Ini Instruksi Sekda Manggarai Bagi Dinas Kesehatan Atasi DBD
ekda Manggarai, Fansi Jahang mengeluarkan instruksi kepada jajaran Dinas Kesehatan Manggarai agar penanganan DBD harus dilakukan secara tuntas sehingg
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG-COM-RUTENG-Sekda Manggarai, Fansi Jahang mengeluarkan instruksi kepada jajaran Dinas Kesehatan Manggarai agar penanganan DBD harus dilakukan secara tuntas sehingga tidak mewabah ke tempat lain.
Persoalan penanganan DBD telah menelan korban jiwa satu orang meninggal dunia di Desa Ladur Kecamatan Cibal dan pasiennya lainnya sedang dirawat di RSUD Ruteng," kata Sekda Fansi kepada POS-KUPANG.COM di Ruteng, Selasa (28/1/2020) pagi.
Ia mengatakan, posko-posko yang ada agar dimanfaatkan dengan baik untuk menolong warga yang mengalami demam berdarah sehingga tidak menyebar ke warga lain,’’ tegas Sekda Fansi.
• Suasana Baksos RSIA Dedari di Puskesmas Manutapen
Ia meminta semua kepala puskesmas dan dinas kesehatan agar terus membangun koordinasi cepat penanganan DBD.
Untuk diketahui, sejak tanggal 17 Januari sampai 26 Januari 2020 sudah ada 24 kasus DBD di Manggarai.
Dari 24 kasus itu ada satu pasien DBD sudah meninggal dunia dan lainnya sedang menjalani perawatan di RSUD Ruteng.
Hasil identifikasi 9 pasien positif DBD dan 15 pasien suspect atau diduga akan terserang DBD.
Demikian data Dinas Kesehatan Manggarai yang diberikan Kabid P2P Manggarai, Asumta Ene Djone di Ruteng kepada POS-KUPANG. COM, Selasa (28/1/2020) pagi.
Ia menjelaskan, pasien terbanyak berasal dari Puskesmas Bea Mese ada 21 kasus. Kemudian ada Puskesmas Kota 2 kasus dan Lao 2 kasus.
Semua pasien baik yang sudah positif DBD dan ada gejala didominasi balita dan anak serta sudah dirawat di RSUD Ruteng.(ris)
