Diberhentikan Lewat Pesan WhatsApp, Empat Fasilitator Pamsimas III Gugat Rekanan Konsultan

Diberhentikan lewat pesan whatsApp, empat fasilitator Pamsimas III gugat rekanan Konsultan

POS KUPANG/RYAN NONG
Salah satu fasilitator Pamsimas III, Damestus Raja Gah S.TP bersama kuasa hukum San 

Diberhentikan lewat pesan whatsApp, empat fasilitator Pamsimas III gugat rekanan Konsultan

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Akibat diberhentikan secara sepihak, empat fasilitator program Pamsimas III di Kupang NTT menggugat perusahaan rekanan konsultan program tersebut.

Gugatan tersebut telah terdaftar di Kepaniteraan Hubungan Industrial Pengadilan Negeri Kupang pada 6 Desember 2019 dengan nomor register 15/PDT Sus PHI/2019/PN Kpg.

Berkas Perkara Ilegal Logging Diserahkan Penyidik Polres TTU ke Kejari

Keempat karyawan tersebut, Damestus Raja Gah S.TP (54) warga Penkase Oeleta, Ebenhearts A Nufninu A.Md (48) warga Naikolan Kegiatan Maulafa, Elimon Fobia (36) warga Karang Siri Kota Soe TTS dan Alfeus Manggau ST (29) warga Kelurahan Soe Kabupaten TTS mengajukan gugatan terhadap direktur utama PT Ciriajasa Engineering Consultant karena memberhentikan mereka secara sepihak pada April 2019.

Kuasa hukum para penggugat, San Albernus Fatu SH kepada POS-KUPANG.COM pada Selasa (28/1/2020) mengatakan, keempat kliennya tersebut diberhentikan secara sepihak oleh perusahaan melalui pesan whatsapp. Padahal, katanya, mereka masih terikat kontrak kerja dengan durasi sisa waktu hingga 18 bulan.

Jadwal Sidang Pengadilan Tipikor, Hari Ini Hakim Bacakan Putusan Korupsi NTT Fair

"Mereka diberhentikan lewat pesan Whatsapp awalnya, itu pada April 2019 lalu," kata San Fatu di Pengadilan Tipikor Kupang.

Sesuai dengan kontrak, beber San Fatu, seharusnya keempat karyawan tersebut masih memiliki kontrak kerja hingga Juli 2020 nanti.

Kontrak jasa konsultasi perorangan atas keempat kliennya tersebut masing masing bernomor CEC-004/KKWT/FAS-NTT/XII/2016 untuk Damestus Raja Gah S.TP, nomor CEC-012/KKWT/FAS-NTT/XII/2016 untuk Ebenhearts A Nufninu A.Md, nomor CEC-016/KKWT/FAS-NTT/XII/2016 untuk Elimon Fobia dan kontrak nomor CEC-016/KKWT/FAS-NTT/XII/2016 untuk Alfeus Manggau ST. Keempat kontrak tersebut tertanggal 3 Desember 2016.

San menjelaskan, pihaknya telah mencoba melakukan mediasi yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT pada April 2019. Namun demikian, saat itu tidak menemukan kata sepakat. Alasannya, kata San, saat itu pihak perusahaan hanya menghadirkan tenaga administrasi yang tidak dapat mengambil keputusan.

Ia mengatakan, akibat pemutusan kontrak sepihak tersebut, hingga saat ini keempat kliennya tidak lagi menerima hak mereka karena posisinya telah diganti oleh orang lain.

Pemutusan hubungan sepihak tersebut, katanya, telah merugikan keempat kliennya hingga Rp 369.792.000. Total itu, terdiri dari gaji masing masing senilai Rp 63 juta dan tunjangan Rp 15.948.000 untuk Damestus, Ebenhearts dan Alfeus. Sementara untuk Elimon, gaji senilai Rp 117 juta dan tunjangan Rp 15.948.000.

"Salah satu poin tuntutan klien, mereka meminta memenuhi hak mereka karena kerugian akibat pemutusan sepihak oleh perusahaan," katanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong)

Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved