Janji Bupati TTS Egusem Piether Tahun Seleksi Perangkat Desa Belum Terealisasi

Janji Bupati TTS Egusem Piether Tahun seleksi perangkat desa belum terealisasi

Janji Bupati TTS Egusem Piether Tahun Seleksi Perangkat Desa Belum Terealisasi
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kaban PMD Kabupaten TTS, Minggus Mella 

POS-KUPANG.COM | SOE - Janji Bupati TTS Egusem Piether Tahun seleksi perangkat desa belum terealisasi. Proses seleksi perangkat desa serentak yang sempat dijanjikan Bupati TTS, Egusem Piether Tahun akan dilanjutkan pada Januari 2020, tak kunjung terlaksana.

Padahal, proses yang masih menyisahkan tahapan seleksi tertulis, praktek komputer dan wawancara ini sudah tertunda sejak akhir 2018 lalu.

Sebelumnya, dihadapan anggota DPRD Kabupaten TTS dalam sidang paripurna penyampaian keputusan pimpinan DPRD TTS pada awal Januari lalu, Bupati Tahun menjanjikan proses seleksi perangkat desa akan dilanjutkan pada bulan Januari, namun hingga akhir Januari tahapan seleksi tertulis belum kunjung dilaksanakan.

Guru Agama Katolik di Sikka Jalani Penyusunan Buku Kerja

Minggu ini, Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten TTS baru mau melakukan identifikasi terhadap para peserta seleksi perangkat desa yang dinyatakan lulus seleksi administrasi.

Identifikasi ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah para peserta seleksi perangkat desa masih berada di desa, ataukah telah meninggalkan desa (merantau) ataupun telah meninggal dunia.

Mengingat, proses seleksi perangkat desa di TTS telah ditunda cukup lama. "Kita akan segera melakukan rapat koordinasi dengan para camat guna melakukan identifikasi terhadap keberadaan para peserta seleksi perangkat desa serentak," ungkap Minggus Mella, Kaban PMD Kabupaten TTS kepada POS-KUPANG.COM, Senin (27/1/2020).

118 Peserta Ikut Seleksi Pelatihan Pertama di UPTD Latihan Kerja

Jika dalam proses identifikasi ditemukan adanya peserta seleksi yang telah meniggalkan desa atau telah meninggal dunia, maka akan dikoordinasikan dengan panitia tingkat desa guna dicarikan solusi bersama.

Namun untuk diketahui, tiap dalam setiap formasi pelamar yang dinyatakan lulus administrasi lebih dari satu orang.

"Kita perlu data supaya kalau ada peserta seleksi yang tidak berada lagi di desa atau telah meninggal dunia, kita bisa keluarkan dari daftar seleksi. Identifikasi ini juga bertujuan agar kita memiliki data yang akurat dan akuntabel, sehingga dalam proses seleksi tidak membingungkan panitia seleksi," jelasnya.

Dalam rapat koordinasi dengan para camat, juga akan membahas persiapan guna melanjutan seleksi perangkat desa di 266 desa. Baik itu hal teknis pelaksanaan seleksi, juga menyamakan persepsi bersama untuk mulai dilakukan sosialisasi dilanjutkannya seleksi perangkat desa.

Proses sosialisasi sendiri dilakukan agar para peserta seleksi perangkat desa, dapat mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti proses seleksi yakni seleksi tertulis, praktek komputer dan wawancara.

Terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPRD TTS, Hendrik Babys mendesak Pemda TTS untuk segera melanjutkan proses seleksi perangkat desa. Pasalnya, saat ini yang menjadi pergumulan masyarakat di desa adalah nasib seleksi perangkat desa serentak yang terus menggantung. Masyarakat terus bertanya kapan proses seleksi perangkat desa akan dilanjutkan.

"Jangan bilang lanjut tahapannya tapi kita masih jalan di tempat. Rapat kordinasi terus tapi proses tidak lanjut-lanjut. Masyarakat butuh kepastian tanggal kapan mau tes tertulis, kapan tes praktek dan kapan wawancara. Jangan koordinasi terlalu lama," desak Ketua Fraksi Nasdem ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved