News

Diana Klarifiksi di Pores TTU, Robert Salu Bilang Laporan Mantan Rektor Unimor Seperti Lelucon

Margareta Diana Pangestu, SE memenuhi panggilan penyidik Polres TTU, Selasa (21/1) siang.

POS KUPANG/ISTIMEWA
Margaretha Diana Pangestu didampingi oleh kuasa hukumnya Robert Salu saat dimintai klarifikasi oleh penyidik di ruang Reskrim Polres TTU, Selasa (21/1/2020). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Tommy Mbenu

POS KUPANG, COM, KEFAMENANU - Margareta Diana Pangestu, SE memenuhi panggilan penyidik Polres TTU, Selasa (21/1) siang.

Diana didampingi kuasa hukum, Robert Salu, memberi klarifikasi atas kasus dugaan fitnah, pencemaran nama baik, pembohongan publik dan laporan fiktif yang dilaporkan mantan Rektor Universitas Timor (Unimor) Prof. Sirilius Seran, beberapa waktu lalu.

Seusai memberikan keterangan kepada penyidik, Robertus Salu mengatakan kliennya memberikan klarifikasi kurang lebih dua jam kepada penyidik Polres TTU untuk menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

"Namun sangat disayangkan laporan pelapor tidak berdasar. Klien saya dilapor dengan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik, sebagaimana dalam pasal 27 ayat 3 UU No. 19/ 2016. Pertanyaan saya, kapan klien saya mencemarkan nama Prof. Sirilius melalu media," ungkapnya.

Robert menyebut alasan mengapa dirinya mengatakan tuduhan yang disampaikan Prof. Sirilius tidak berdasar.

Pertama, kliennya tidak pernah melapor Prof. Sirilius ke Kejari Kefamenanu.

Kedua, kliennya juga tidak pernah menyampaikan ke media persoalan yang terjadi di Unimor, baik di media cetak maupun elektronik.

Kliennya, diakui Robert, sebagai ketua SPI berdasarkan surat tugas rektor melakukan audit keuangan. Tentu dasar hukum kliennya dalam menjalankan tugas pokok dari SPI sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 22/2017 tentang Satuan Pengawas Internal. Pada pasal 3 disebutkan bahwa fungsi SPI salah satunya adalah melakukan pengawasan pengelolaan kepegawaian, keuangan dan barang milik negara.

"Artinya di sini klien saya bertindak atas dasar hukum yang jelas. Dan, tanggung jawab klien saya langsung kepada rektor. Hasil audit klien saya diserahkan kepada rektor. Maka jelas dan terang unsur-unsur pasal 27 ayat 3 tidak terpenuhi untuk kemudian menjadikan klien saya sebagai pelaku dalam kasus ini," ungkapnya.

Robert menilai kliennya sudah bertindak benar dan tepat. "Saya menilai laporan Prof. Sirilius lelucon belaka, berbau fitnah. Dan, terlihat jelas bahwa Prof. Sirilius kebakaran jenggot saat membuat laporan polisi ke Polres TTU," tegas Robert. *

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Benny Dasman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved