Aksi Pamer Alat Vital Marak di Bekasi, Polisi Jelaskan Penyebabnya & Minta Warga Lakukan Ini

Aksi pamer alat vital akhir-akhir ini marak terjadi. Terakhir, aksi tersebut terjadi di jalan protokol ramai Jalan Ahmad Yani, Bekasi Barat

Aksi Pamer Alat Vital Marak di Bekasi, Polisi Jelaskan Penyebabnya & Minta Warga Lakukan Ini
Wartakotalive.com/Budi Sam Law Malau
Pelaku yang memamerkan alat kelaminnya serta melakukan martubasi di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan ditangkap polisi dan ditunjukkan kepada wartawan di Mapolrestro Jaksel, Minggu (26/1/2020). 

Aksi Pamer Alat Vital Marak di Bekasi, Polisi Jelaskan Penyebabnya & Minta Warga Lakukan Ini

POS-KUPANG.COM - Aksi pamer alat vital atau kemaluan di Kota Bekasi akhir-akhir ini marak terjadi. Terakhir, aksi tersebut terjadi di jalan protokol ramai Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan tepatnya di bawah JPO depan RS Mitra Bekasi Barat.

Kasatreskrim Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Arman mengatakan maraknya aksi pamer alat vital atau ekshibisionis seksual itu akibat film porno maupun pengaruh obat-obatan terlarang.

"Menurut saya ya, ekshibisionisme itu penyebabnya banyak beredar film porno dan pengaruh obat-obatan terlarang. Itu mempengaruhi halusinasi pikiran-pikiran orang. Ditambah pengaruh media sosial," kata Arman kepada Wartakotalive.com saat dijumpai di Mapolrestro Bekasi Kota, pada Senin (27/1/2020).

Untuk antisipasi dan memberikan efek jera kepada para pelaku tersebut, Arman menghimbau agar masyarakat menyiapkan kamera ponsel sehingga ketika terjadi aksi seperti itu bisa direkam dengan jelas, lalu melaporkannya kepada polisi.

"Kami menghimbau kepada masyarakat siapkan ponsel baik-baik, jika tidak berani menegur atau tangkap maka rekam aksi itu diusakan pelat nomor kendaraan dan wajah pelaku terekam dengan jelas,"ungkap Arman.

Tak hanya itu, guna mempersempit ruang gerak para eksibionis seksual perlu diperbanyak keberadaan CCTV.

"Kemudian CCTV di tempat umum harus diperbanyak. Ya itu upaya pemerinyah ya, sehingga orang yang cenderung berbuat demikian terhalang atau mungkin ragu-ragu karena banyaknya orang yang memviralkan atau memvideokan kejadian semacam demikan. Kemudian orang-orang yang menjadi korban atau melihatkan lapor pihak berwajib," jelas Arman.

Arman menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang terhadap para eksibionis seksual. Sebab, aksinya melanggar Undang-undang dan juga meresahkan masyarakat.

Apalagi sampai memegang bagian terlarang korban seperti dada (payudara) maupun bokong wanita.

Halaman
12
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved