Di Nagekeo Gedung Sanggar Seni Desa Bidoa Dipenuhi Kotoran Kambing

Gedung sanggar seni di Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo dipenuhi kotoran Kambing. Gedung yang biasa digunakan untuk kegiatan pentas s

Di Nagekeo Gedung Sanggar Seni Desa Bidoa Dipenuhi Kotoran Kambing
Pos-Kupang.Com/Gordi Donofan
Kotoran kambing didalam gedung Sanggar seni Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Minggu (26/1/2020). Area lampiran 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Gedung sanggar seni di Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo dipenuhi kotoran Kambing.

Gedung yang biasa digunakan untuk kegiatan pentas seni dan kegiatan kemasyarakatan tersebut tampak menjadi "kandang" Kambing oleh warga diseputaran gedung tersebut.

Akibatnya gedung yang sangat repesentatif tersebut menjadi bau karena banyak kotoran Kambing dalam gedung. Kambing sangat leluasa keluar masuk didalam gedung hampir setiap saat.

Kotoran kambing didalam gedung Sanggar seni Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Minggu (26/1/2020).


 
Area lampiran
Kotoran kambing didalam gedung Sanggar seni Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo, Minggu (26/1/2020). Area lampiran (Pos-Kupang.Com/Gordi Donofan)

Warga Desa Bidoa, Vhian Dallu (28)
membenarkan bahwa hampir setiap hari Kambing berkeliaran dikawasan itu dan gedung itu seolah menjadi kandang Kambing.

"Puluhan ekor Kambing milik warga Desa Bidoa "berkantor" di gedung sanggar seni di Desa Bidoa Kecamatan Nangaroro Kabupaten Nagekeo," ujar Vhian, kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (26/1/2020).

Kata Vhian, kondisi itu sudah menjadi hal biasa oleh warga yang memiliki ternak hewan Kambing. Padahal gedung itu sangat representatif untuk mengadakan kegiatan kemasyarakat dan kondisi gedung masih sangat layak digunakan.

"Kambing masuk kedalam ruangan gedung bahkan tiduran dan keluarkan kotoran didalam. Di depan tribun tepatnya pintu gerbang masuk lapangan sepak bola Aegela-Kalaki, Desa Bidoa, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo," ujar Vhian.

Vhian mengaku kejadian itu hampir setiap hari dan dibiarkan begitu saja, padahal itu adalah gedung masih sangat layak dan masih digunakan jika ada kegiatan di Desa Bidoa.

Ia meminta agar pemerintah Desa Bidoa agar bisa memperhatikan hal tersebut karena jika tidak maka gedung tersebut akan rusak karena tidak digunakan sebagaimana mestinya.

"Ini sangat mengganggu. Kasihan gedung ini. Ini harus diperhatikan kalau tidak gedung ini akan jadi kandang Kambing," ujar dia.

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved