Harun Masiku Jadi Buronan KPK
Presiden Jokowi Peringatkan Yasonna Laoly: Hati-hati! Ada Apa?
Presiden Jokowi mulai merespon kritikan dan desakan agar memecat Menteri Hukum dan HAM, Yasona Laoly. Jokowi akhirnya peringatkan Yasonna
Presiden Jokowi Peringatkan Yasonna Laoly: Hati-hati! Ada Apa?
Hal tersebut disampaikan Jokowi seiring tidak singkronnya data yang disampaikan Yasonna dengan realitas dilapangan soal keberadaan caleg PDIP Harun Masiku yang menjadi buruan KPK.
• Jagokan Sandiaga Uno di Pilpres 2024, Jokowi Dikritik Rocky Gerung, Sebut Melemahkan Anies Baswedan
"Saya hanya ingin, saya hanya pesan, titip kepada semua menteri, semua pejabat kalau membuat statement itu hati-hati," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/1/2020).
"Terutama yang berkaitan dengan angka-angka, dengan data, dengan informasi, hati-hati," sambung Jokowi.
Jokowi pun meminta semua jajarannya jangan asal menerima data ataupun informasi dari bawahannya tanpa melakukan pengecekan secara ulang.
• Jokowi Bereaksi, Kritik Balik Politisi yang Soroti Roadshow Prabowo ke Luar Negeri, Sindiri PKS?
"Jangan sampai informasi dari bawah langsung diterima tanpa kroscek terlebih dahulu," ucap Jokowi.
Presiden mengaku tidak ingin berspekulasi terkait kekeliruan informasi yang disampaikan Yasonna soal Harun Masiku.
"Saya tidak tahu, tapi yang jelas semua harus hati-hati dalam membuat pernyataan, apalagi yang berkaitan dengan hukum. Hati-hati," papar Jokowi.
agai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) DPR periode 2019-2024. Ia diduga menyuap Komisioner KPU Wahyu Setiawan.
• Prabowo Santai Tanggapi Isyarat Jokowi Soal Sandiaga Uno Jadi Presiden di 2024
Imigrasi menyebut Harun kabur ke Singapura pada 6 Januari 2020 atau dua hari sebelum operasi tangkap tangan. Namun, pada 7 Januari 2020, Harun kembali ke Indonesia.
Tetapi, Imigrasi menyatakan Harun masih berada di Singapura. Bahkan, Yasonna pun turut membenarkan informasi dari Imigrasi.(*)
Jokowi Bereaksi, Kritik Balik Politisi yang Soroti Roadshow Prabowo ke Luar Negeri, Sindiri PKS?

Kritikan terhadap Prabowo datang dari Politisi PKS, Mardani Ali Sera.
Mardani mengatakan, roadshow Prabowo harus transparan hasil apa yang dicapai.
Presiden Joko Widodo membela Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang tengah dirundung kritik terkait kunjungan kerjanya ke sejumlah negara.
• Prabowo Dikritik karena Sering Lakukan Kunker ke Luar Negeri, Jokowi Beri Pembelaan
Selain diplomasi, Jokowi menyebut kunjungan Prabowo ke berbagai negara itu juga dalam rangka melihat alat utama sistem pertahanan (alutsista) yang akan dibeli oleh Indonesia.
"Bagus atau tidak bagus. Benar atau tidak benar. Bisa digunakan atau tidak bisa digunakan, semua dicek secara detail," ucap Jokowi.
"Dan itu sudah kami diskusikan dengan Pak Menhan, tidak sekali dua kali. Banyak yang enggak tahu," kata dia.
Jokowi justru balik mengkritik pihak-pihak yang mengkritik Prabowo, yang merupakan rivalnya pada Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 itu.
• Duh! Anggota Dewan Lempar Ubi Goreng ke Lantai, Tak Sesuai Selera, Aksi Anak Buah Prabowo Jadi Viral
"Kalau ada yang bertanya belum ngerti urusan diplomasi pertahanan," kata Jokowi.
Hingga saat ini, tercatat sudah ada tujuh negara yang dikunjungi Prabowo.
Kritik kepada Prabowo sebelumnya datang dari Partai Keadilan Sejahtera, salah satu parpol yang mengusungnya pada Pilpres 2014 dan 2019.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengingatkan mengenai pesan Presiden Joko Widodo yang sempat menyatakan bahwa kunjungan atau studi ke luar negeri juga bisa dilakukan melalui ponsel.
"Pak Jokowi saat 16 Agustus 2019 lalu mengingatkan agar meminimalkan kunjungan ke luar negeri. Bahkan secara demonstratif beliau menunjukkan via HP-nya, kunjungan luar negeri bisa melalui HP (ponsel). Dunia sudah terkoneksi," kata Mardani kepada wartawan, Jumat (17/1/2020).
• Disebut-sebut Capres 2024, Anies Baswedan-Sandiaga Uno Janji Tak Khianati Prabowo Pada Pilpres 2024
Selain itu, kata dia, kunjungan kerja ke luar negeri mesti memiliki tujuan yang jelas.
Mardani berharap ada timbal balik yang setimpal dari kunjungan kerja Prabowo ke tujuh negara itu.
"Kunjungan ke luar negeri monggo saja dilakukan, tetapi mesti dipastikan return on investment-nya jauh lebih baik. Dan semua perlu disampaikan kepada publik secara transparan," ujar Mardani.
Prabowo sebelumnya sudah memberi penjelasan bahwa kunjungannya ke luar negeri itu demi kepentingan negara, utamanya dalam hal alutsista.
"Memang kita butuh untuk keliling, menjajaki kemungkinan-kemungkinan. Kita harus pelajari alutsista yang ada," ujar Prabowo di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/1/2020).
• Prabowo Santai Tanggapi Isyarat Jokowi Soal Sandiaga Uno Jadi Presiden di 2024
Menurut Prabowo, pemerintah perlu menjajaki peluang agar negara-negara lain mau menjual alutsista mereka kepada Indonesia.
"Kita juga harus minta dukungan dari negara-negara lain karena belum tentu alutsista itu diberi kepada kita untuk dibeli," ucapnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/presiden-jokowi-di-istana-negara.jpg)