Begini Penjelasan Wadir RSUD Johanes Tentang Corona Virus dan Himbauannya
Lebih lanjut dikatakan Stefanus, secara umum ada ruang isolasi di RSUD Johanes tetapi belum berstandar nasional.
Begini Penjelasan Wadir RSUD Johanes Tentang Corona Virus dan Himbauannya
POS KUPANG.COM| KUPANG-- Wabah radang paru-paru ( pneumonia ) yang disebabkan oleh Virus Corona asal Wuhan, Tiongkok yang sedang berkembang secara global saat ini merupakan virus jenis baru. Pada tahun 2019, virus ini dikenal dengan istilah nCOU.
Virus ini merupakan tipe baru. Hal ini dikatakan Wakil Direktur RSUD Johanes, dr. Stefanus D. Soka, Jumat, ( 24/1/) di ruang operasi RSUD Johanes.
Indikasi seseorang yang terjangkit corona virus, ujar Stefanus, yang disebabkan pneumonia sebenarnya banyak sebagai misal flu. Akan tetapi, khusus yang disebabkan virus corona jenis ini, memang belum ada indikasi ke arah sana.
Dikatakan Stefanus, awal mula munculnya corona virus diakibatkan oleh kontak langsung manusia terhadap binatang dan penyebaran corona virus melalui perantaraan binatang. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, virus ini dapat ditularkan melalui interaksi antar sesama manusia dan medium penularannya melalui udara dengan gejala awalnya ditandai dengan demam, batuk, gangguan saluran pernafasan hingga gagal ginjal.
Dikatakan Stefanus, apabila corona Virus masuk ke Indonesia dan secara khusus di NTT, maka RSUD Johanes akan menjadi rumah sakit rujukan utama dan sejauh ini, tandas Stefanus, RSUD Johanes belum mendapatkan instruksi atau koordinasi khusus dari Dinas Kesehatan Untuk mengantisipasi corona virus.
Disamping itu, ujar Stefanus, RSUD Johanes belum memiliki ruang isolasi berstandar khusus untuk kasus-kasus menular yang berkaitan dengan saluran pernafasan.
Lebih lanjut dikatakan Stefanus, secara umum ada ruang isolasi di RSUD Johanes tetapi belum berstandar nasional.
Sebelumnya RSUD Johanes sempat membangun ruang isolasi untuk penanganan pasien terdiagnosa sars. Akan tetapi, ujar Stefanus, karena tidak ada kasus lagi maka ruanggannya sekarang menjadi terbengkalai karena memang tidak pernah difungsikan.
Dan untuk kasus corona virus, urai Stefanus, standarisasi ruang isolasinya juga belum diketahui RSUD Johanes, karena belum ada surat edaran dari Dinas Kesehatan.
Sehingga dalam upaya pencegahannya, beber Stefanus, apabila kita mencurigai seorang yang terinfeksi corona virus disarankan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik, menggunakan masker, atau sebisa mungkin untuk menghindari kontak langsung dengan penderita tersebut sebab berbicara berkaitan erat dengan pernapasan dan medium sebagai perantaranya adalah udara.
Jika berpergian ke daerah yang terindikasi corona virus, tandas Stefanus, diupayakan untuk tidak melakukan kontak langsung dengan binatang.
• Teresia Agas Lantik PKK Kecamatan Poco Ranaka di Rumah Gendang Alang
• Hasil Otopsi Belum Keluar Teddy Suami Mendiang Lina eks Sule Tiba-tiba Ketemu Hotman Paris, Ada Apa?
Oleh sebab itu, kata Stefanus, RSUD Johanes menghimbau kepada semua masyarakat NTT, apabila ditemukan pasien dengan gejala demam, batuk dan ganguan pernapasan yang yang pertama dan utama dilakukan adalah tidak boleh panik dan segera ke fasilitas pelayanan kesehatan supaya diberi pengobatan.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Vinsen Huler)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/dr-stefanus-d-soka.jpg)