TRIBUN WIKI: Merajut Mimpi Ina-Ina Pekka Lembata Membuka Kebun Kapas Rakyat

Tanaman kapas sempat berjaya di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata pada masanya. Tanaman serat ini jamak dimanfaatkan para penenun.

TRIBUN WIKI: Merajut Mimpi Ina-Ina Pekka Lembata Membuka Kebun Kapas Rakyat
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Ina-Ina (Ibu-ibu) perempuan kepala keluarga (pekka) sedang menenun di Center Keru Baki Pekka di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata, Rabu (22/1/2020) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Tanaman kapas sempat berjaya di Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata pada masanya. Tanaman serat ini jamak dimanfaatkan para penenun sebagai bahan dasar menenun kain sarung.

Selain digunakan sebagai balutan tubuh sehari-hari dan upacara adat, kain tenun juga bernilai ekonomis. Bisa dijual untuk menambah penghasilan dan membiayai kebutuhan keluarga termasuk biaya anak sekolah.

Camat Ile Ape Stanislaus Kebesa bahkan mengakui dirinya bisa bersekolah dari hasil tenun ibunya. Menurut Stanis, saat dia kecil, masih banyak ditemui kebun-kebun kapas yang luas.

Pengumuman Jadwal SKD CPNS 25 Instansi, Ini Beberapa Hal Yang Harus Kamu Siapkan Hadapi Tes

Namun sayang, dalam periode waktu dua dekade terakhir tanaman kapas mulai sulit ditemukan di Ile Ape.  Masuknya kain buatan industri tekstil bermodal besar di pasaran membuat nilai jual kain tenun asli merosot.

Tanaman kapas pun mulai dilupakan dan terancam punah. Meskipun demikian sampai sekarang kebutuhan akan kain tenun tak pernah surut. Bahkan banyak wisatawan domestik maupun mancanegara berburu kain tenun asli NTT yang kaya akan motif. Untuk urusan adat-istiadat pun orang masih membutuhkan kain tenun.

Lalu bagaimana seorang penenun bisa membuat selembar kain kalau bahan baku kapasnya sudah tidak ada lagi?
Kegelisahan inilah yang mendorong Ina-Ina (ibu-ibu) yang bernaung di bawah Rumah Pemberdayaan Center Keru Baki Pekka (Perempuan Kepala Keluarga) bermimpi untuk membuka sebuah kebun kapas sekaligus mengembalikan kejayaan kebun kapas seperti dulu kala.

Jagokan Sandiaga Uno di Pilpres 2024, Jokowi Dikritik Rocky Gerung, Sebut Melemahkan Anies Baswedan

Fasilitator Pekka Lembata, Bernadete Deram Langobelen mengatakan saat ini pihaknya sudah menyiapkan sekitar 8 hektare lahan yang akan dijadikan lokasi yang akan disebut Kebun Kapas Rakyat (Kekar).

Lokasi lahannya berada persis di depan Center Keru Baki Pekka Lembata di Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata.

Untuk mewujudkan mimpi membuka kebun rakyat ini, sejak 2014 Bernadete melibatkan Founder dan CEO Toraja Melo, Dinny Jusuf, yang membawa serta para praktisi, arsitektur, dan pembina pengrajin tenun.

Toraja Melo sendiri adalah kewirausahawan sosial yang didirikan oleh kakak beradik Dinny Jusuf dan Nina Jusuf dan fokus pada pengembangan produk-produk berbahan dasar kain tenun khas Toraja.

Halaman
123
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved