Jefri Riwu Kore Bawa Bolpoin dan Kertas Pantau Lokasi Genangan Air di Kota Kupang

Jefri Riwu Kore bawa bolpoin dan kertas pantau lokasi genangan air di Kota Kupang

Jefri Riwu Kore Bawa Bolpoin dan Kertas Pantau Lokasi Genangan Air di Kota Kupang
ISTIMEWA
Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore melepas sepatu sebelum mengecek genangan air di Jalan Samratulangi, Kota Kupang, Kamis (23/1/2020).

Jefri Riwu Kore bawa bolpoin dan kertas pantau lokasi genangan air di Kota Kupang

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Membawa bolpoin dan secarik kertas Walikota Kupang Jefri Riwu Kore memantau sejumlah jalan di Kota Kupang yang rawan tergenang air saat hujan.

Wali Kota yang familiar dengan nama Jeriko ini, mencatat setiap hasil pengamatannya. Itu dilakukan Jefri, pada Kamis (23/1/2020) pagi, pasca Ibu Kota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diguyur hujan lebat.

Bupati Sumba Tengah Minta Petani Fungsikan Semua Peralatan Pertanian Bila Hujan Tiba

Mengenakan kaos biru, celana kain hitam dan topi, orang nomor satu di Kota Kupang ini, menyusuri Kota Kupang dengan mobil dinas.

Pantauan POS-KUPANG.COM, saat memantau di Jl. Samratulangi, dekat Taman Generasi Penerus (Tagepe), Jefri kaget, ada air menggenangi jalan. Pasalnya di lokasi tersebut sudah ada dibuat lubang resapan.

Anggota DPRD Nagekeo Minta Jangan Abaikan Peran Media Massa

Tak tangung-tangung Jefri turun dari mobil, membuka sepatu, lalu berjalan di genangan air. Dengan sapu lidi Jefri menyapu air yang tergenang tersebut. Ia mau memastikani, jangan-jangan lubang resapan tidak berfungsi.

"Saya cek, ada lubang resapan, hanya hujan memang cukup lebat, jadi tergenang, tidak lama setelah itu, airnya sudah tidak ada lagi dan jalanan kering," ungkap Jefri kepada POS-KUPANG.COM.

Menurutnya, ia sudah memantau belasan lokasi jalan yang rawan tergenang air saat hujan.

"Saya cek, ada beberapa lokasi jalan yang selama ini rawan tergenang air tapi tidak tergenang lagi seperti di LLBK, karena sudah ada lubang resapan, begitu juga di jalan depan Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, tidak ada genangan tadi," jelasnya.

Jefri juga mengaku memantau di Jl. Bundaran PU Tuak Daun Merah (TDM). Menurutnya, di TDM memang air sering tergenang. Ia katakan akan membuat lubang resapan.

Jefri mengatakan, membuat lubang resapan dan sumur resapan merupakan salah satu implementasi dari Gerakan Kupang Hijau yang sudah dicanangkan Pemerintah Kota Kupang di area car free day, Jl. El Tari Kupang, Sabtu (16/11/2019).

Selain membuat sumur resapan, gerakan Kupang Hijau juga diimplementasikan dengan menanam pohon dan membersihkan sampah.

Ia mengajak semua elemen masyarakat untuk menyukseskan gerakan Kupang Hijau agar Kota Kupang lebih baik, indah dan nyaman.

Jefri mengaku sudah mengeluarkan imbauan pada bulan November 2019 lalu agar semua rumah tangga, tempat ibadah, perguruan tinggi, sekolah, tempat usaha, hotel, dan lain-lain yang berada di wilayah Kota Kupang agar membuat lubang peresapan (biopori)/sumur resapan/jebakan air (sesuai spesifikasi teknis terlampir). (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved