Enam Bulan Sekali Barulah Warga Amfoang ke Kota Kupang, Ini Alasannya

pada musim kemarau memanfaatkan kesempatan berbelanja dalam jumlah banyak untuk antisipasi selama musim hujan.

Enam Bulan Sekali Barulah Warga Amfoang ke Kota Kupang, Ini Alasannya
Yehuna untuk POS-KUPANG.COM
Jalan di Kecamatan Amfoang Timur menuju ke Kupang 

Enam Bulan Sekali Barulah Warga Amfoang ke Kota Kupang, Ini Alasannya

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan sampai. Pepatah ini sangat pas dialamatkan kepada warga Amfoang, Kabupaten Kupang, NTT.

Warga Amfoang menginginkan setiap hari mobilisasi perjalanan lancar untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, namun transportasi tidak lancar.

Ini sebagai akibat dari infrastruktur jalan yang rusak berat. Dampaknya, setiap enam bulan sekali barulah warga turun ke Kota Kupang berbelanja kebutuhan hidupnya dalam jumlah banyak.

Kondisi ini setidaknya diakui Sekertaris Camat Amfoang Timur, Dicky Solukh ketika ditemui Pos Kupang di Oelamasi, Rabu (22/1).

Dicky mengungkapkan, bukan rahasia umum lagi mengenai kondisi alam yang kurang bersahabat untuk wilayah Amfoang. Walaupun saat ini upaya perbaikan infrastruktur jalan mulai dibenahi, tetapi belum menjangkau semua kecamatan yang ada di Amfoang.

Persoalan paling mendasar, kata Dicky, soal ketersediaan sembako buat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Warga biasanya pada musim kemarau memanfaatkan kesempatan berbelanja dalam jumlah banyak untuk antisipasi selama musim hujan.

"Kalau musim hujan tiba maka selama enam bulan berjalan warga tidak turun Kupang berbelanja. Kalaupun turun Kupang, maka mereka belanja sembako dalam jumlah banyak. Karena saat hujan kendaraan tidak akan berani melintasi sungai yang ada," tuturnya.

Dia mengakui bahwa di saat musim hujan biasanya para pengusaha yanga memiliki kendaraan pribadi turun ke Kupang dan belanja sembako untuk stok dalam jumlah besar.

Pengusaha akan membaca momen karena saat itu warga tidak akan ke Kupang dan sangat membutuhkan sembako. Maka pengusaha akan menaikan harga kebutuhan pokok sangat tinggi.

Pria ini Pergoki Istri Selingkuh di Hotel, Info dari Teman Suami Lihat Motor Parkiran, Kronologi

Hari Ini, BMKG Prakirakan Potensi Hujan di Tujuh Lokasi Wisata di Sumba

'Bagi warga, mau tidak mau harus beli. Beras nona mas yang biasa di Kupang Rp 400.000 per karung bisa naik mencapai Rp 600.000-an per karung. Begitupun kebutuhan lain. Orang yang punya sapi banyak maka jual ke pengusaha untuk bisa dapat uang dan belanja kebutuhan hidup. Kasihan nasib warga," ujar Dicky.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved