Niat Hapus Tenaga Honorer, Domu Pasrah & Berharap Ada Solusi Tepat Bagi 2.228 Honorer di Sumba Timur

apa yang akan terjadi jika tenaga honorer ini diberhentikan, tentu pekerjaan mereka selama ini akan menjadi beban baru lagi bagi PNS.

Niat Hapus Tenaga Honorer, Domu Pasrah & Berharap Ada Solusi Tepat Bagi 2.228 Honorer di Sumba Timur
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy 

Niat Hapus Tenaga Honorer, Domu Pasrah & Berharap Ada Solusi Tepat Bagi 2.228 Honorer di Sumba Timur

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Terkait wacana dalam rapat antara Komisi II dengan Kementerian PAN-RB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) disepakati akan menghapus secara bertahap tenaga honorer di instansi pemerintah, apalagi tenaga kontrak di daerah digaji dari anggaran barang dan jasa bukan SDM. Terkait dengan hal itu, Sekda Sumba Timur, Domu Warandoy, SH.,M.Si pasrah dan berharap agar pemerintah pusat mencarikan solusi yang tepat bagi para tenaga honorer.

Domu Warandoy menyampaikan itu ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Rabu (22/1/2020).

Domu menjelaskan, jumlah tenaga honorer di Kabupaten Sumba Timur dan sudah terdaftar di BPJS sebanyak 2.228 orang dengan gaji yang diberikan sesuai dengan upah minimum propinsi (UMP) sebesar RP 1.950.000/bulan.

"Kalau soal berapa gaji mereka setahun tinggal kalikan saja Rp 1.950.000 x 2.228 x 12 itulah totalnya. Ditambah lagi dengan BPJS mereka 3% dari gaji mereka dibayar oleh Pemda,"jelas Domu.

Dikatakan Domu, mengenai rencana penghapusan tenaga honorer dan wacana itu benar dan merupakan kebijakan Pemerintah Pusat pemerintah daerah akan tetap mengikuti. Namun, harapanya pemerintah mencarikan solusi yang sangat tepat mengingat mereka ini adalah bagian dari masyarakat indonesia yang membutuhkan perlindungan terutama terkait hajat hidup seseorang.

"mereka semua punya keluarga yakni ada istri ,suami maupun anak, kalau soal kebutuhan terhadap tenaga mereka, ya saya dapat katakan karena kita butuhkan jadi kmi angkat mereka. Contohnya guru honorer, kami angkat mereka karena kekurangan tenaga guru PNS, kalau dikatakan kita stop untuk terima tenaga honorer ya kmi sudah stop dari tahun 2018,"kata Domu.

Sedangkan terkait, model evaluasi terhadap kinerja tenaga honorer, jelas Domu, dilakukan oleh atasan langsung masing-masing sesuai ketentuan undang-undang ASN No 6 tahun 2014. Dimana tidak masuk kantor diberikan hukuman disiplin mulai dari hukuman disiplin ringan, sedang dan hukuman disiplin berat.

"Mengenai banyak juga tenaga honorer yang malas dan kerja sesuka hati, ya benar ada juga tapi tidak semua, kepada mereka kami sudah berikan peringatan bahkan ada yang telah diberhentikan,"ungkap Domu.

Domu juga mengatakan, sementara terkait apa yang akan terjadi jika tenaga honorer ini diberhentikan, tentu pekerjaan mereka selama ini akan menjadi beban baru lagi bagi PNS.

Ini Jadwal Ujian SKD CPNS untuk Nagekeo

Gara-Gara Adegan Panas Sama Zack Lee, Alexandra Gottardo Digugat Cerai Suami, Begini Nasibnya Kini!

"contoh petugas sampah, guru honor, penjaga malam, pusing juga kita tentang pekerjaan-pekerjaan itu siapa yang akan tangani,"pungkas Domu. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved