Kapolres Nagekeo Imbau Waspada Penipuan Melalui Telepon Seluler

masyarakat agar tidak mengiakan atau cepat mempercayai apa yang diinginkan oleh penelepon tersebut, karena itu adalah penipuan.

Kapolres Nagekeo Imbau Waspada Penipuan Melalui Telepon Seluler
POS KUPANG/ISTIMEWA
Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH.,MH 

Kapolres Nagekeo Imbau Waspada Penipuan Melalui Telepon Seluler

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrik Fai, SH.,MH, mengimbau agar masyarakat Nagekeo waspada dengan penipuan meminta uang melalui telepon seluler dari orang yang tak bertanggungjawab.

AKBP Agustinus menegaskan ada kasus beberapa waktu lalu seorang warga ditelepon oleh orang tak dikenal menggunakan nomor baru mencatut nama Kapolres Nagekeo.

Sehingga dirinya meminta kepada masyarakat agar tidak mengiakan atau cepat mempercayai apa yang diinginkan oleh penelepon tersebut, karena itu adalah penipuan.

Dirinya dengan tegas membantah bahwa tidak ada anggota polisi yang meminta uang kepada pejabat atau siapapun. Orang yang menelepon itu adalah bukan dari anggota kepolisian.

"Dihimbau kepada pejabat Pemda dan DPRD serta seluruh masyarakat Nagekeo untuk tidak terpancing dengan adanya telepon gelap dari orang yang tidak bertanggung jawab dengan meminta uang dan sebagainya dengan mengaku dari Kapolres Nagekeo, Bila ada yang menerima ancaman maupun telepon agar langsung menghubungi Kapolres Nagekeo dengan nomor telepon.081314624385," ujar AKBP Agustinus, kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (22/1/2020).

Ia menegaskan bahwa memang dirinya mendapatkan aduan dari warga bahwa orang tak dikenal menelepon warga untuk meminta sumbangan.

Warga tersebut tidak langsung mempercayai orang yang menelepon dan segera menghubungi dirinya untuk memastikan kebenarannya.

Arema FC Datangkan Striker Argentina Klub CA Alvarado, German Rivero Bursa Transfer MEMANAS

Satgas Yonif 132/BS Bantu Cor Jalan di Perbatasan

Pilkada 2020, Rekomendasi Balon di Tiga Kabupaten Masih Konsolidasi

Dirinya menegaskan bahwa Polres Nagekeo tidak pernah meminta uang ataupun kepada warga masyarakat.

Kata AKBP Agustinus, setelah hasil koordinasi dan cek nomor ponsel, pelaku tidak ada di NTT, mereka berada di luar NTT.

"Hasil cekpos sementara para pelaku ada yang di Sulawesi Selatan dan ada yang di Jakarta," ujar AKBP Agustinus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved