Dikbud Kabupaten Kupang Pastikan 30 SMP Siap Terapkan UNBK

Kita belum terima petunjuk soal dihapus atau tidaknya ujian nasional. Jadi siswa juga harus siapkan diri dan jangan terpengaruh

Dikbud Kabupaten Kupang Pastikan 30 SMP Siap Terapkan UNBK
ISTIMEWA
Kadis Dikbud Kupang, Imanuel Buan 

Dikbud Kabupaten Kupang Pastikan 30 SMP Siap Terapkan UNBK

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Kupang, memastikan pada tahun 2020 ini, ada 30 SMP telah menerapkan UNBK.

Walaupun ada wacana bahwa akan dihapus Ujian Nasional, tetapi sekolah-sekolah diingatkan untuk terus mempersiapkan siswa menghadapi ujian. Pasalnya, sampai saat ini belum petunjuk dari Kementrian Pendidikan.

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Kupang, Imanuel Buan, menyampaikan hal ini kepada Pos Kupang di ruang kerjanya, Rabu (22/1).

Imanuel mengatakan, kebijakan apapun di lingkup Kementrian Pendidikan, tentu di tingkat bawa akan menyesuaikan. Apalagi saat ini ada wacana penghapusan ujian nasional, tetapi ini bukan berarti sekolah-sekolah tidak mempersiapkan peserta didik.

"Saya sudah sampaikan ke sekolah-sekolah agar persiapkan secara baik peserta didik dalam menghadapi ujian nasional. Kita belum terima petunjuk soal dihapus atau tidaknya ujian nasional. Jadi siswa juga harus siapkan diri dan jangan terpengaruh dengan wacana," katanya.

Dikatakannya sambil menunggu SOP soal ujian nasional, pihak sekolah saat ini tetap melakukan les tambahan pada calon peserta ujian.

Dirinya bangga karena untuk tingkat SMP, ada 30 sekolah yang akan terapkan UNBK. Terjadi peningkatan dimana pada tahun 2019 hanya 8 SMP yang menerapkan UNBK.

Menyinggung soal DPA, Imanuel mengakui saat ini pihaknya sudah menyampaikan ke Bapeda kemudian ke Bagian Sunpro kemudian dilanjutkan ke PPKAD.

Bupati TTS : Wajib Penerimaan PKH Olah Kebun Sebelum Terima Uang PKH

Kapolres Nagekeo Imbau Waspada Penipuan Melalui Telepon Seluler

"Kami komitmen pada penyusunan perencanaan kegiatan. Saya pastikan saat aasistensi tidak akan keluar dari situ. Fokus kami masih pada kegiatan rutin seperti biaya operasional, guru kontrak, dana BOS, tunjangan profesi. Kita untuk DAK berjumlah Rp 15 Miliar," jelas Imanuel.(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved