Tunggakan Pelanggan PDAM Ende Mencapai Rp 8,5 Miliar

Hingga Januari 2020 tunggakan pelanggan PDAM Ende mencapai Rp 8,5 Miliar. Terhadap kondisi yang ada maka PDAM Ende secara intensif melaku

Tunggakan Pelanggan PDAM Ende Mencapai Rp 8,5 Miliar
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
TINJAU/Dirut PDAM Ende, Yustinus Sani SE meninjau sumber pengolahan air PDAM Ende, Kamis (9/1/2020). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Hingga Januari 2020 tunggakan pelanggan PDAM Ende mencapai Rp 8,5 Miliar. Terhadap kondisi yang ada maka PDAM Ende secara intensif melakukan penagihan kepada pelanggan yang masih belum membayar rekening air di PDAM Ende.

Direktur PDAM Ende, Yustinus Sani SE mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Selasa (21/1) di Ende.
Yustinus mengatakan sebagai program jangka pendek dirinya selaku Dirut PDAM Ende yang baru akan memaksimalkan penagihan di pelanggan.

Ada Laut Mati Bukan Saja di Israel namun Juga di Rote Ndao, Lihat Keindahannya

Menurut Yustinus tunggakan yang ada secara otomatis mengganggu operasional pelayanan dan pendistribusian air.
“Untuk diketahui bahwa biaya operasional maupun gaji para karyawan maupun proses pendistribusian air sangat tergantung dari uang yang dibayar oleh para pelanggan maka ketika ada oknum pelanggan yang tidak membayar tagihan rekening air PDAM tentu akan berpengaruh baik operasional maupun pelayanan bahkan hingga gaji karyawan,”kata Yustinus.

Komposisi Pemain Persebaya Surabaya Hampir Komplet, Buru Bek dan Kiper, Transfer Pemain Liga 1

Oleh karena itu PDAM Ende akan memaksimalkan penagihan kepada para pelanggaan dan pihaknya juga berharap adanya kesadaran dari pelanggan untuk secara rutin membayar tagihan rekening air.
Kepada pelanggan yang menunggakan dalam waktu yang lama maka PDAM Ende akan melakukan langkah tegas yakni dengan memblokir aliran air ke rumah yang bersangkutan.

Dirut PDAM Ende, Yustinus Sani SE meninjau sumber pengolahan air PDAM Ende, Kamis (9/1/2020).
Dirut PDAM Ende, Yustinus Sani SE meninjau sumber pengolahan air PDAM Ende, Kamis (9/1/2020). (POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS)

“Kita baru membuka blokir apabila yang bersangkutan telah melunasi tagihan,”katanya.

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved