Dari Hasil Jual Babi Keluar Daerah, Uang Rp 5,9 Miliar Masuk Lembata Pada 2019

Dari hasil jual babi keluar daerah, uang Rp 5,9 miliar masuk ke Kabupaten Lembata pada 2019

POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata Kanisius Tuaq 

Dari hasil jual babi keluar daerah, uang Rp 5,9 miliar masuk ke Kabupaten Lembata pada 2019

POS-KUPANG.COM  | LEWOLEBA - Data yang dikeluarkan Dinas Peternakan Kabupaten Lembata menunjukkan sebanyak 1687 ekor babi dari Kabupaten Lembata dijual keluar daerah di sepanjang tahun 2019. Kalau satu ekor babi rata-rata dijual dengan harga Rp 3,5 juta, maka total sudah Rp 5,9 miliar uang yang masuk di Kabupaten Lembata melalui tangan para peternak.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Lembata, Kanisius Tuaq saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/1/2020).

Kakek Pendorong Kereta di Pasar Oeba Ditemukan Sekarat, Sempat Ditolong Namun Meninggal Dunia

Lebih lanjut, Kanis menambahkan jumlah babi yang keluar ini baru yang terdaftar di Dinas Peternakan. Ini belum terhitung babi yang keluar daerah tanpa terdata di dinas.

"Ini data yang tercatat resmi karena rekomendasinya dari saya, ada yang nyebrang tanpa sepengetahuan saya," ujar Kanis.

Lebih lanjut, Kanis menerangkan di tahun 2019 populasi babi di Kabupaten Lembata meningkat 7-10 persen dari populasi setelah ada inovasi kawin suntik (inseminasi buatan).

Kuasa Hukum Diana Pangestu Sebut Laporan Mantan Rektor Unimor Tidak Berdasar

Padahal di tahun 2018 sebelum ada inovasi kawin suntik dab hanya mengandalkan kawin alam saja, peningkatan populasinya hanya 5 persen saja dari jumlah keseluruhan yang ada.

Karena ada peningkatan populasi, Kanis menargetkan jumlah babi yang dijual ke luar Lembata juga bisa meningkat di tahun 2020 menjadi dua ribu ekor.

"Di 2020 ini akan ada penambahan kandang pejantan seperti yang ada di dinas. Kita akan buat satu kandang pejantan di Kecamatan Buyasuri. Di sini yang tiga ekor saja kita tidak bisa melayani kebutuhan suntik babi," ujar Kanis memaparkan inovasi yang akan dikerjakan tahun ini.

Pihaknya juga sudah bertekad melakukan pembebasan hog cholera di Kabupaten Lembata. "Kita sementara ajukan surat ke kementerian bagaimana Lembata mau bebas hog cholera. 2020 ini pra bebas hog cholera," tambahnya.

"Target IB hanya dapat 200 ekor bunting tahun ini. IB ini teknologi lama yang baru diterapkan di Lembata. Nanti Tahun 2020 kita target bunting itu 500 ekor babi," ujar Kanis.

Di samping itu, selain babi, ternak kambing juga ternyata mendatangkan uang ke Lembata tahun lalu. Total ada 1960 ekor kambing yang dikirim ke luar Lembata dari target dua ribu ekor sebenarnya. Jadi, jika rata-rata satu ekor kambing dijual seharga Rp 1,5 juta maka sekitar Rp 3 miliar yang masuk ke Lembata melalui tangan peternak pada 2019. Kanis menjamin di tahun 2020 jumlah pendapatannya pasti akan lebih meningkat lagi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, RICKO WAWO)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved