Bantuan Korban Bencana di Katiku Luku Belum Diberikan, Ini Penjelasan Sekretaris BPBD Sumba Timur

Bantuan korban bencana di Katiku Luku Sumba Timur belum diberikan, ini penjelasan Sekretaris BPBD

Bantuan Korban Bencana di Katiku Luku Belum Diberikan, Ini Penjelasan Sekretaris BPBD Sumba Timur
istimewa
Sebuah rumah milik warga Katiku Luku yang terlihat rubuh diterjang angin kencang. 

Bantuan korban bencana di Katiku Luku Sumba Timur belum diberikan, ini penjelasan Sekretaris BPBD

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - Bencana angin kencang merusak 5 rumah warga dan 1 bangunan kantor Desa di Desa Katiku Luku, Kecamatan Matawai La Pawu, Kabupaten Sumba Timur pada bulan Desember 2019 lalu.

Diduga warga belum mendapatkan bantuan emergency dan bantuan material bangunan, sebuah akun milik Antonius Umbu Nggaba memosting foto-foto kerusakan rumah milik warga dan 1 bangunan kantor desa tersebut di facebook dan menulis 'BACANA ALAM ANGIN PUTING BELIUNG MERUSAK RUMAH WARGA SEBAYAK 5 BUAH DAN 1 BUAH KANTOR DESA Laporan sudah di antar di dinas Terkait Tetapi sampai hari ini Belum ada penanganan Dengan Tembusan Kepada Bapak Bupati Dan Ketua DPRD'.

Mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy Divonis 2 Tahun Penjara, Terbukti Terima Suap

Terkait postingan itu, menuai reaksi dari para netizen. Ada yang menungkapkan perihatin, ada yang bela pemerintah dan ada yang mempertanyakan kapan kejadian dan dimana.

Sekertaris BPBD Kabupaten Sumba Timur, Herry Ratucoreh ketika dikonfirmasi terkait postingan itu, Selasa (21/1/2020) membenarkan informasi bencana tersebut seperti yang diposting oleh akun Antonius Umbu Nggaba itu. Antonius Umbu Nggaba merupakan Sekertaris Desa di Desa tersebut.

Kata Menhan Prabowo Tanggapi Kritik PKS karena Sering Kunjungan ke Luar Negeri

Dikatakan Herry, laporan resmi terkait bencana itu baru diterima pihaknya pada minggu kemarin. Sehingga dengan keterbatasan dan banyak laporan yang masuk pihaknya memohon maaf belum sempat melakukan verifikasi ke lapangan dan berjanji dalam minggu ini akan turun melakukan verifikasi lapangan.

"Itu yg posting di FB sekretaris desanya, laporan masuk minggu kemarin. Minggu ini kami usahakan verifikasi,"kata Herry.

Menurut Herry postingan sekertatis itu membandingkan dengan bantuan emergency dan material bangunan yang diberikan pihaknya di Desa Hawurut. Namun, bantuan tersebut diambil dari dana tak terduga pada tahun anggaran 2019 lalu, sementara terjadi bencana pada tahun 2019 lalu sangat banyak.

"Pemerintah itu tidak pilih kasih, kita sebebarnya kasih juga tapi anggaran dana tak terduga tahun anggaran 2019 lalu sudah habis karena bencana tahun 2019 kemarin cukup banyak. Pasti kita akan prioritaskan bantuan untuk Katiku Luku tahun anggaran 2020 ini, tapi belum ada anggaran karena baru awal Tahun, sehingga diharapkan kepada masyarakat bersabar masih dalam proses,"jelas Herry.

Herry juga memohon, jika ada seperti itu jangan langsung memosting di media sosial, tapi segera datang menemui pemerintah agar bisa dijelaskan duduk persoalanya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved