79 KPM di Tendatoto Wolowae Ikut Sosialisasi PKH, Berikut Liputannya!

Ia menjelaskan kenaikan Bantuan pada komponen adalah upaya memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.

79 KPM di Tendatoto Wolowae Ikut Sosialisasi PKH, Berikut Liputannya!
POS KUPANG/ISTIMEWA
Suasana sosilaisasi program PKH di Desa Tendatoto Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo, Jumat (17/1/2020). 

79 KPM di Tendatoto Wolowae Ikut Sosialisasi PKH, Berikut Liputannya!

POS-KUPANG.COM | MBAY --Kementrian sosial RI menaikan indeks bantuan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

Pendamping PKH Wolowae, Karolus Geri, S.Sos, menyebutkan,
komponen yang dinaikan adalah komponen Kesehatan untuk ibu hamil sebelumnya Rp. 2.400.000 menjadi Rp. 3.000.000,- Balita sebelumnya Rp. 2.400.000,- menjadi Rp. 3.000.000.

"Sementara komponen Pendidikan dan Kesejahteraan sosial tidak mengalami kenaikan. Masing-masig SD 900.000 rupiah SMP 1.500.000 rupiah, SMA 2.000.000 rupiah, Lansia 2.400.000 rupiah dan Disabilitas berat 2.400.000 rupiah," ungkap Karolus, kepada POS-KUPANG.COM, Senin (20/1/2020).

Karolus mengungkapkan pihaknya sudah melaksanakan sosialisasi terkait hal itu dihadapan 79 Keluarga Penerima Manfaat PKH Desa Tendatoto di Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo.

Ia menjelaskan kenaikan Bantuan pada komponen adalah upaya memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak.

"Harapan kita bersama adalah Wolowae zero Stunting," ujar dia.

Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan indeks bantuan juga terjadi pada Bantuan Pangan Non Tunai yang juga di ubah menjadi Program Kartu Sembako (PKS).

"Semula Rp. 110.000, menjadi Rp. 150.000,- PKS lebih variatif dahulu Hanya berupa beras dan telur sekarang di tambah lagi dengan Ikan daging, sayur, tahu tempe," jelas dia.

Ia mengatakan untuk bantuan PKH pencairan dilakukan setiap 3 bulan sekali sedangkan Program Kartu Sembako dilakukan tiap bulan di warung (kios) yang sudah bekerjasama dengan Kemensos RI.

Sementara itu, Kepala Desa Tendatoto Wenslaus Mane, SE mengharapkan agat KPM dapat menggunakan uang secara terarah.

"Bapak mama harus juga lewat PKH ini mengalami perubahan perilaku. Saya harapkan peserta dalam komponen Kesehatan harus wajib posyandu begitupun Komponen Pendidikan harus terarah keuangan serta kehadiran anak di sekolah," ujar Wenslaus.

Lanjut Wenslaus, sebagai kepala Desa meminta pendampingan harus terus dilakukan sehingga KPM bisa naik kelas.

Lucinta Luna Cewek Atau Cowok, Surat Pengadilan ini Ungkap Ganti Kelamin, Jati Diri Terungkap

Pilkada 2020, Penentuan Balon di Golkar Masih Tunggu Hasil Survey

Sementara itu, KPM Desa Tendatoto, Magdalena Donda, menyampaikan terimakasih kepada pemerintah karena dengan adanya program tersebut dirinya bisa membiayai anaknya kuliah.

"Saya ini janda. Saya bersyukur lewat PKH salah satu anak perempuan saya bisa kuliah," ungkap Magdalena.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved