7 Februari 2020 Tanda Tangan MoU Pengembangan Bandara Komodo, Nilai Investasi Rp 1,2 Triliun

7 Februari 2020 tanda tangan MoU pengembangan Bandara Komodo, nilai Investasi Rp 1,2 Triliun

7 Februari 2020 Tanda Tangan MoU Pengembangan Bandara Komodo, Nilai Investasi Rp 1,2 Triliun
POS-KUPANG.COM/Servatinus Mammilianus
Bandara Komodo Labuan Bajo 

7 Februari 2020 tanda tangan MoU pengembangan Bandara Komodo, nilai Investasi Rp 1,2 Triliun

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Penandatanganan nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding ( MoU) antara pemerintah dengan konsorsium pemenang lelang pengelola Bandara Komodo Labuan Bajo akan dilaksanakan pada tanggal 7 Februari 2020.

Demikian yang disampaikan dalam rilis dari Biro Komunikasi dan Informasi Publik dari Kementerian Perhubungan, Senin (20/1/2020).

Testing CPNS di Manggarai Akan Berlangsung Selama 12 Hari

Disampaikan bahwa saat ini panjang runway Bandara Komodo 2.250 meter dan akan diperpanjang menjadi 2.750 meter.

Perluasan apron seluas 20.200 meter persegi, perluasan terminal domestik seluas 6.500 meter persegi, pembangunan terminal internasional seluas 5.538 meter persegi, pembangunan terminal kargo seluas 2.860 meter persegi, serta pembangunan beberapa fasilitas pendukung lainnya.

Cuaca Buruk Hentikan Seteru Persib Bandung Melawan Hanoi FC, Maung Bandung Unggul 2-0

"Pak Presiden menginstruksikan saya untuk membuat iklim kompetisi antara swasta dengan BUMN. Kita harapkan Konsorsium Cardig dan Changi bisa perform sama baiknya atau lebih baik dari BUMN. Kami ingin ini dikelola secara profesional," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi.

Konsorsium CAS beranggotakan PT Cardig Aero Service (CAS), Changi Airports International Pte Ltd. (CAI) dan Changi Airports MENA Pte Ltd akan mengelola Bandara Komodo dengan target dapat meningkatkan jumlah penumpang pertahunnya sampai dengan 4.000.000 penumpang pertahun dan kargo sebesar 3.500 ton pada tahun 2044 sehingga semakin meningkatkan konektivitas nasional maupun internasional.

Kerja sama KPBU tersebut merancang, membangun dan membiayai pembangunan fasilitas sisi darat, udara dan pendukung.

Selain itu juga mengoperasikan Bandar Udara Komodo - Labuan Bajo selama masa kerja sama selama 25 (dua puluh lima) tahun dan memelihara seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar Udara Komodo Labuan Bajo selama masa kerja sama.

Dijelaskan, pada saat masa kerja sama berakhir, badan usaha wajib menyerahkan seluruh infrastruktur dan fasilitas Bandar udara Komodo Labuan Bajo kepada Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) dalam hal ini Dirjen Perhubungan Udara.

Disampaikan pula bahwa nilai investasi untuk pengelolaan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo sebesar Rp 1.203.314.000.000,- (satu trilyun dua ratus tiga milyar tiga ratus empat belas juta rupiah) dan estimasi total nilai biaya operasional selama 25 tahun Rp 5.733.817.000.000,- (lima trilyun tujuh ratus tiga puluh tiga milyar delapan ratus tujuh belas juta rupiah).

Selanjutnya, pengelola Bandar Udara Komodo memiliki kewajiban untuk membayar Konsesi dimuka sebesar Rp. 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah) dan konsesi tahunan dari pendapatan Bandar Udara Komodo Labuan Bajo sebesar 2,5 % dengan pembayaran bertahap 2 (dua) kali setiap tahun yang kemudian akan meningkat per tahun dengan kenaikan 5 % dari biaya konsesi tahun sebelumnya, serta Clawback sebesar 50%. (LKW/RDL/YSP/HA). (Laporan reporter POS-KUPANG.COM, servatinus mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved