Breaking News:

Rocky Gerung Komentari Keraton Agung Sejagat hingga Sunda Empire, Sebut Polisi Kurang Imajinasi

Viral Keraton Agung Sejagat hingga Sunda Empire, Rocky Gerung Kritik Polisi: Kurang Imajinasi

Editor: Eflin Rote
(Youtube/Rocky Gerung Official)
Rocky Gerung pergi ke Himalaya 

POS-KUPANG.COM - Pengamat Politik Rocky Gerung turut menanggapi marak soal munculnya beberapa kerajaan baru di Indonesia.

Setelah viral Kerajaan Agung Sejagat, kini muncul Kerajaan Sunda Empire.

Hal itu diungkapkan Rocky Gerung melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official yang tayang pada Sabtu (18/1/2020).

Mereka ingin mencari solusi dengan membuat kerajaan.

"Di dalam teori kebudayaan itu biasa disebut dengan gejala ratu adil."

"Yang biasanya timbul ketika orang mengalami fatalisme di dalam hidup tetapi punya harapan untuk perubahan gitu," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung Sebut Marah Dendam Politik Mestinya untuk Prabowo, Bukan Anies Baswedan, Singgung Ahok

Rocky Gerung Beberkan Perbedaan Anies Baswedan & Ahok Saat Pimpin Jakarta, Rocky Bela Anies?

Rocky Gerung Ungkap Anies Baswedan Dituntut Mundur Bukan Karena Ahok, Tapi untuk Pilpres 2024

Soal Natuna, Rocky Gerung Sebut Prabowo Lebih Mengerti Daripada Mahfud MD, Kenapa?

Taukah Kamu Ternyata Rocky Gerung Punya Harta Berlimpah Bukan Hasil Ngajar Tapi karena Suka Main Ini

Usai Prabowo, Kali Ini Jokowi Vs Anies, Rocky Gerung Sebutkan Rapat Banjir Jakarta Tak Undang Anies

Mereka ingin membangun politik seperti zaman dahulu.

"Jadi ada politic of hope di depan, ada politic of memories di belakang."

"Kultur politik kita ini kan punya sejarah itu, jadi orang ingin cari keterangan ke belakang kenapa hari ini buruk jadi orang ingin cari keterangan ke belakang, kenapa hari ini buruk," lanjutnya.

Sehingga, ide membuat kerajaan itu bisa menjadi tempat pelarian atas kerasnya hidup.

"Maka bikin ide bikin keraajaan segala macam jadi itu sebetulnya kecerdasan lokal karena cari outlet dari kesulitan hidup dengan pergi pada semacam keagungan masa lalu," ucap Rocky Gerung.

Meski demikian, kerajaan-kerajaan itu dinilai tidak akan mengancam NKRI.

Menurutnya yang mengancam NKRI adalah faktor sulitnya ekonomi.

"Yang mengancam NKRI kurs dan daya beli itu yang justru karena dua soal itu, kesulitan ekonomi orang cari membentuk kerajaan," katanya.

Sehingga ia mengkritik polisi yang telah membubarkan kerajaan itu.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved