Pengadilan Negeri Oelamasi Buka PTSP Serba Elektronik, Warga Kabupaten Kupang Kaget & Bingung

Pengadilan Negeri Oelamasi Buka PTSP Serba Elektronik, Masyarakat Kabupaten Kupang Kaget & Bingung

Pengadilan Negeri Oelamasi Buka PTSP Serba Elektronik, Warga Kabupaten Kupang Kaget & Bingung
POS KUPANG.COM/NOVEMY LEO
Ketua Pengadilan Negeri Oelamasi, Dicky AS Nitbani, SH, MH (kedua dari kiri) bersama pejabat dan staf pengadilan, Rabu (15/1/2020) lalu. 

Pengadilan Negeri Oelamasi Buka PTSP Serba Elektronik, Masyarakat Kabupaten Kupang Kaget & Bingung

POSKUPANGWIKI.COM - Pengadilan Negeri Oelamasi buka pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) Serba Elektronik untuk tangani perkara, masyarakat Masyarakat Kabupaten Kupang kaget dan  bingung.

Pelayanan cepat, tepat dengan sistem elektronik dan online yang dilakukan di PTSP Pengadilan Negeri Oelamasi sangat membantu masyarakat pencari keadilan yang sedang berperkara dan mengurus administrasi di pengadilan dimaksud.

Disaksikan POSKUPANGWIKI.COM, Rabu dan Kamis (15-16/1/2020) loket PTSP itu berada di ruang depan Pengadilan Negeri Oelamasi.

Setidikitnya ada empat loket yakni loket Pidana E-Gesit, Loket Perdata E-Court, Loket Hukum E-Raterang dan Loket Umum. Loket ini adalah pelayanan publik secara elektronik terhadap masyarakat pencari keadilan.

Apa fungsi keempat loket di PTSP Pengadilan Negeri Oelamasi yang ada di wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu?

Pelayanan Terpadu Satu PIntu (PTSP) Pengadilan Negeri Oelamasi seraca elektronik di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT
Pelayanan Terpadu Satu PIntu (PTSP) Pengadilan Negeri Oelamasi seraca elektronik di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT (POS KUPANG.COM/NOVEMY LEO)

Ketua Pengadilan Negeri Oelamasi, Dicky AS Nitbani, SH, MH menjelaskannya.

Dicky AS Nitbani menegaskan, tak boleh ada masyarakat yang mengurus sesuatunya lewat 'pintu belakang' karena semua harus diurus di PTSP yang ada di 'pintu depan.

"Kita pastskan melalui satu jalur yakni satu pintu. Tidak ada pintu yang lain selain pintu yang inii. Sehingga jika ada hal hal yang kemudian melalui pintu belakang dan sampai kita akan tahu ada terjadi prosedural yang keliru dan menyesatkan bagi pencari keadilan maka pihak yang memberi kesempatan itu akan diberikan sanksi," tegas Dicky AS Nitbani, alumni Fakultas Hukum Undana (Universitas Nusa Cendana) Kupang ini.

Di PTSP, demikian Dicky AS Nitbani, ada 4 loket pelayanan, Pidana E-Gesit, Perdata E-Court, Hukum E-Taterang, dan Umum.

Halaman
1234
Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved