5 Negara Desak Iran Bayar Kompensasi bagi Korban Jatuhnya Pesawat Ukraina yang Menewaskan 176 Orang

Namun kelima negara tersebut, Kanada, Inggris, Afghanistan, Swedia dan Ukraina tidak memiliki perangkat hukum untuk memaksa Iran melakukannya

5 Negara Desak Iran Bayar Kompensasi bagi Korban Jatuhnya Pesawat Ukraina yang Menewaskan 176 Orang
AP: Frank Augstein
Para menteri luar negeri dari lima negara memberikan penghormatan kepada korban pesawat Ukraina yang ditembak jatuh oleh Iran. 

Lima Negara Desak Iran Bayar Kompensasi bagi Korban Jatuhnya Pesawat Ukraina yang Menewaskan 176 Orang

POS-KUPANG.COM - Pemerintah dari lima negara yang warganya menjadi penumpang Ukraine International Airlines yang ditembak jatuh oleh Iran, telah meminta agar Pemerintah Iran membayar kompensasi kepada keluarga korban.

Namun dari sisi aturan internasional, kelima negara tersebut, Kanada, Inggris, Afghanistan, Swedia dan Ukraina tidak memiliki perangkat hukum untuk memaksa Iran melakukannya.

Setelah bertemu di London, menteri luar negeri dari kelima negara mendesak Pemerintah Iran untuk melakukan "penyelidikan internasional yang independen, menyeluruh dan terbuka".

Iran diminta untuk melakukan penyelidikan kriminal dan membuat peradilan yang tidak memihak, sehingga mereka bisa mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas penembakan rudal ke pesawat tersebut.

Seluruh 176 orang yang berada dalam peawat Boeing 737-800 tewas ketika ditembak rudal setelah lepas dari Bandara Iman Khomeini di ibukota Iran Teheran, 8 Januari lalu.

Penyelidik internasional mendesak Iran akan mereka mendapat akses penuh bagi penyelidikan jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik Ukraina tersebut.
Penyelidik internasional mendesak Iran akan mereka mendapat akses penuh bagi penyelidikan jatuhnya pesawat Boeing 737-800 milik Ukraina tersebut. (Ukrainian Presidential Press Office)

Yang menjadi korban adalah 57 warga Kanada, 11 warga Ukraina, 17 dari Swedia, 4 warga Inggris dan Afghanistan, dan sisanya adalah warga Iran.

"Kami di sini berusaha memastikan adanya akuntabilitas, transparansi, keadilan dan juga penyelesaian bagi para korban," kata Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne.

Hal itu dikatakannya setelah bertemu dengan Menlu Ukraina, Vadym Prystaiko, Menlu Swedia Ann Linde, Pejabat Menlu Afghanistan, Idrees Zaman, Menlu Inggris, Dominic Raab dan Menteri Urusan Timur Tengah Inggris Andrew Murrison.

Seluruh 176 orang yang dalam pesawat Ukraina tersebut meninggal.
Seluruh 176 orang yang dalam pesawat Ukraina tersebut meninggal. (AP: Rob Gurdebeke/The Canadian Press)

Sebelum pertemuan di Gedung Kedutaan Besar Kanada di London, para menteri dari lima negara tersebut menyalakan lilin guna mengenang para korban.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved