Breaking News:

Pemprov NTT Tertibkan Aset Milik Daerah

Suasana Saat Alat Berat Eksekusi Rumah di Manulai 2 Kecamatan Alak Kota Kupang

Saat Pemprov NTT tertibkan aset-aset daerah, alat berat eksekusi rumah di Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak Kota Kupang

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Alat berat sedang melakukan penertiban aset di Manulai 2,Kota Kupang,Jumat (17/1/2020) 

Saat Pemprov NTT tertibkan aset-aset daerah, alat berat eksekusi rumah di Kelurahan Manulai 2 Kecamatan Alak Kota Kupang

POS-KUPANG.COM |KUPANG - Penertiban aset Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Pemprov NTT) di Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang tidak berjalan mulus.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Jumat (17/1/2020) sekitar pukul 10.30 wira, alat berat ini diangkut oleh sebuah tronton menuju lokasi penertiban yang berada di samping perusahan air minum Viquam.

Leo Lodo Sesalkan Penertiban Tanpa Dihadiri Pihak Pengadilan

Sampai pukul 11.30 wita, alat berat ini baru diturunkan di sekitar obyek yang hendak ditertibkan. Sementara itu, ada satu bangunan berupa kos-kosan yang akan digusur lebih dahulu,sehingga para penghuninya diminta keluar.

Nampak Satuan Pol PP membantu mengevakuasi barang milik warga. Barang-barang warga yang dikeluarkan dicatat petugas.

Usai mengeluarkan barang-barang milik penghuni, alat berat ini langsung mengeksekusi bangunan tersebut.
Beberapa warga yang menyaksikan langsung ada yang berteriak histeris dan ada juga yang sempat menangis.
Bangunan pertama dan kedua, proses penertibannya berjalan mulus.

BKSDA NTT Diharapkan Pasang Rambu Peringatan dan Sosialisasi ke Warga Soal Buaya di Amarasi Timur

Proses penertiban hanya dengan menjebol beberapa titik dari dinding tembok bangunan. Sementara atap bangunan tidak dibongkar alat berat.

Rumah ketiga yang hendak ditertibkan ternyata tidak berhasil, sehingga alat berat kembali ke titik eksekusi awal. Tiba di rumah Leo Lodo sempat terjadi penghadangan oleh Leo, namun akhirnya proses penertiban di rumahnya tetap dilakukan.

Sedangkan rumah berikut yang hendak dieksekusi mendapat hambatan dari warga setempat. Warga yang diketahui bernama Bernadus Mella dan istri langsung menghadang petugas.

Istri dari Bernadus langsung naik ke atas alat berat. Situasi makin panas. Sejumlah warga yang juga terkena dampak berdatangan ke lokasi itu. Warga meminta agar dilakukan pengukuran ulang lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat.

Warga juga meminta agar pemerintah menunjukkan putusan MA dan juga menunjuk titik batas lahan. Warga mempertanyakan titik batas lahan. Seluas 20 hektar yang akan digunakan oleh pemerintah membangun rumah sakit. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved