Public Service Pos Kupang

Sampah Plastik Berserakan di Hutan Mangrove, Ini Tanggapan Ketua RT 34 Kelurahan Oesapa

Material sampah plastik berserakan di hutan mangrove, ini tanggapan Ketua RT 34 Kelurahan Oesapa

Sampah Plastik Berserakan di Hutan Mangrove, Ini Tanggapan Ketua RT 34 Kelurahan Oesapa
ISTIMEWA
Sampah berserakan di pantai dan bergelantungan di batang mangrove di Hutan Mangrove, Kelurahan Oesapa, Kota Kupang. Gambar diambil beberapa waktu lalu. 

Material sampah plastik berserakan di hutan mangrove, ini tanggapan Ketua RT 34 Kelurahan Oesapa

POS-KUPANG.COM - Selamat Malam Pos Kupang. Hutan Mangrove di Kelurahan Oesapa sudah menjadi tempat wisata bagi warga Kota Kupang. Hampir setiap hari, warga Kota Kupang datang mengunjungi wilayah ini. Sedangkan pada hari sabtu dan minggu, jumlah pengunjungnya sangat banyak.

Warga yang datang ke lokasi ini untuk rekreasi bersama anggota keluarga atau pasangan mereka masing-masing. Hal itu dilakukan karen memang tanaman mangrove yang tumbuh di lokasi tersebut sangat indah.

Pajak dan Kesadaran

Yang kami tahu selama ini, tanaman mangrove ini merupakan salah satu jenis tumbuhan yang hidup di pesisir pantai. Jenis tumbuhan ini dapat menahan abrasi pantai dan menjadi tempat bertelurnya ikan, kepiting dan berbagai hewan laut lainnya.

Namun masalah yang sangat merusak pemandangan bahkan dapat mematikan tanaman mangrove ini adalah kehadiran sampah yang begitu banyak berserakan di lokasi tersebut.

Memang masalah sampah di lokasi ini sepertinua sudah sulit diatasi. Padahal sudah banyak aksi yang dilakukan masyarakat untuk membersihkan sampah di lokasi ini.

Sampah yang berada di lokasi ini jenisnya sangat banyak seperti popok bayi, plastik, botol bekas, pakaian yang tidak terpakai. Sampah-sampah tersebut berserakan di hutan mangrove yang merupakan wilayah RT 34 RW 11 Kelurahan Oesapa, Kota Kupang.

Terminal Bayangan dan Raibnya Pendapatan Asli Daerah

Sampah-sampah plastik tersebut ada yang berserakan di pantai. Bahkan ada yang bergelantungan di batang pohon mangrove.

Selama setahun kami tinggal di sini belum terlihat ada bak sampah yang disediakan pemerintah Kota Kupang. Jadi kami tidak tahu mau buang dimana. Kalau ada bak sampah pasti kami taruh di bak sampah dan pasti ada petugas yang angkat untuk di buang ke tempat pembuangan sampah. Jadi kami tinggal buang sampah kelaut saja. Selain itu ada juga sampah yang dibawa arus hingga ke pantai ini. Kami mohon agar pemerintah bisa memperhatikan hal ini.

Terima kasih
Yuliana Atik

Halaman
12
Penulis: PosKupang
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved