Banjir Jakarta

Qodari Blak-blakan Bandingkan Kerja Jokowi dan Anies Tangani Banjir Jakarta, Sebut Anies Cantik

Pengamat Politik, M. Qodari membandingkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dengan Jokowi tangani banjir Jakarta

Qodari Blak-blakan Bandingkan Kerja Jokowi dan Anies Tangani Banjir Jakarta, Sebut Anies Cantik
Youtube Kompas TV
Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari 

Padahal banjir pada tahun tersebut terjadi hingga masuk istana.

"Persoalan hari ini kembali ini, Pak Tigor melakukan class action di tahun 2013, di tahun 2015 itu banjir sampai ke dalam istana, Pak Tigor berada di mana itu?," tanyanya.

Meski demikian, Haji Lulung tetap memberikan apresiasinya pada Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang sempat memimpin.

"Yang kedua, saya apresiasi di 2013, Pak Jokowi telah melakukan apa berbagai macam pencegahan banjir, ada banjir tapi yang meninggal itu cuma 40 orang."

"Nah, di tahun 2015 itu sudah Ahok, Basuki Tjahaja Purnama. Itu sudah sangat apresiasi kita, cuma lima korban walaupun air itu sampai ke istana," ungkap Haji Lulung.

Namun, ia lebih mengapresiasi kinerja Anies Baswedan.

Ia menyebut korban tewas dalam bencana banjir tahun ini empat orang.

Abraham Lunggana alias Haji Lulung dalam kanal YouTube Kompas TV, Kamis (16/1/2020).
Abraham Lunggana alias Haji Lulung dalam kanal YouTube Kompas TV, Kamis (16/1/2020). (YouTube Kompas TV)

 

Selain itu, banjir parah itu disebut karena siklus alam seratus tahun sekali.

Kemudian, Azas Tigor membantah data yang didapat Haji Lulung.

"Tetapi faktanya hari ini, ini semua terjadi artinya siklus seratus tahun ini."

"Yang meninggal dunia itu cuma 4 orang, cuma orang hari ini yang meninggal dunia," kata Haji Lulung.

"Itu nyawa loh ya," sela presenter Rosi.

"Datanya salah," ujar Azas Tigor.

Haji Lulung kekeh bahwa data yang didapatnya itu benar.

Kemudian, ia mengatakan bahwa biarlah masyarakat yang menilai soal gugutan pada Anies.

"Oh enggak ini datanya benar nah makanya saya mendukung adinda dari Mahasiswa silahkan saja class action, tapi masyarakat sebagian telah menilai ini apa inih politik atau hukum," kata Haji Lulung.

Ia bertanya, jika gugatan itu murni mengapa mereka tidak mengguggat gubernur pada 2013 dan 2015.

Ogah Beri Masukan, Ahok BTP Percaya Gubernur Anies Baswedan Lebih Pintar Atasi Banjir DKI Jakarta

"Ya politik kalau persoalan hukum ke mana 2015, ke mana 2013 ketika air ini masuk ke Istana?," tanyanya.

Menjawab pertanyaan Haji Lulung, Azas Tigor menegaskan bahwa ia menggugat berdasar dari permintaan korban banjir.

Selain itu, ia membantah bahwa selama ini hanya pernah menggugat Anies Baswedan.

"Pertama gini Pak Lulung dan Rosi, saya ini advokat hanya begerak ketika ada pengaduan dan ada pemberian kuasa itu satu."

"Kedua, 2002 saya menggugat Pak Lulung, banjir 2002 kenapa karena saat itu banyak warga yang mengadu pada saya inipun begitu," kata dia.

Azas Tigor menantang Haji Lulung untuk mencari data bahwa memang pernah menggugat gubernur-gubernur lain.

"Kalau ditanya, saya tidak pilih-pilih bisa di-surfing (dicari), saya semua gubernur di DKI Jakarta pernah saya gugat," tegas Azas Tigor. (TribunWow.com/Mariah Gipty)

Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved