Anggota Koperasi di Manggarai Ini Pernah Berjaya, Pasok Sayur ke Labuan Bajo, Lihat Kondisi Saat Ini

Anggota Koperasi di Manggarai ini pernah berjaya, pasok sayur ke Labuan Bajo, lihat kondisi saat ini

Anggota Koperasi di Manggarai Ini Pernah Berjaya, Pasok Sayur ke Labuan Bajo, Lihat Kondisi Saat Ini
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Pelatihan peningkatan kapasitas Pengurus, Pengawas dan Pengelola Koperasi Produsen (Kopsen) Karya Mandiri Manggarai bertempat di Kantor Sekretariat ASNIKOM. 

Anggota Koperasi di Manggarai ini pernah berjaya, pasok sayur ke Labuan Bajo, lihat kondisi saat ini

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Yayasan KEHATI mitra dari Yayasan Ayo Indonesia, Jumat (17/1/2020) menyelenggarakan pelatihan peningkatan kapasitas Pengurus, Pengawas dan Pengelola Koperasi Produsen ( Kopsen) Karya Mandiri Manggarai bertempat di Kantor Sekretariat ASNIKOM.

Yang mana Koperasi Produsen Karya Mandiri Manggarai (KADIM) berdiri pada tahun 2014 dan didirikan oleh 22 orang petani sayur-sayuran organik yang berasal dari Desa Bangka Lelak, Desa Lolang, Desa Bangka Lao, Kelurahan Wali, Desa Compang Dalo, Desa Belang Turi, Kelurahan Wae Belang dan Desa Rai.

Tari Caci: Bertarung Tapi Bersahabat, Ikatan Manggarai Raya Kupang Gelar Pentas Budaya Manggarai

Pada awal pendiriannya, ungkap Yosep Sudarso salah satu pendiri, pada saat pembukaan pelatihan, Kopsen KADIM pernah menjadi penyedia aneka jenis sayur-sayuran organik untuk beberapa pengusaha restoran di Labuan Bajo, Manggarat Barat.

Namun, karena keterbatasan sarana pengangkutan dan sistem managemen usaha pada tahun ketiga Kopsen KADIM tidak bisa memenuhi permintaan konsumen yang menginginkan adanya ketepatan waktu tiba sayur-sayuran di Labuan bajo.

Tak Lazim, Camat Satar Mese Lantik BPD Satar Loung di Lokasi Bakti Gotong-Royong

Karena keterbatasan sarana pengangkutan tersebut, Kata Yosep, petani anggota memutuskan untuk menjual sayur-sayurannya di Pasar Cancar dan Ruteng.

Meskipun, ujar Yosep, Labuan Bajo merupakan pasar potensial untuk sayur-sayuran organik dan usaha sayur-sayuran organik sangat prospek untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Manggarai Raya.

Lebih lanjut, Yosep menjelaskan, Kopsen KADIM dinilai sebagai wadah petani yang strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditi petani dan memperluas jangkauan pemasaran.

"Kami beruntung pada bulan Mei 2019 Yayasan KEHATI mendorong Kopsen KADIM untuk melanjutkan programnya dan menambah jenis komoditi bisnisnya yaitu kopi dan hingga Desember 2019 jumlah penjualan kopi jenis Arabika dan Robusta dari Kopsen KADIM mencapai Rp 127.500.000,- sedangkan anggotanya bertambah 96 orang sehingga total anggota sampai dengan saat ini adalah berjumlah 116 orang. Mereka menyebar di 16 Desa dan sebanyak 80 persen dari mereka sudah menjadi anggota dari lembaga keuangan Koperasi Simpan Pinjaman Ayo Mandiri," ungkap Yosep Sudarso, Ketua Pengawas Kopsen KADIM.

Dia menambahkan, komitmen dari Yayasan KEHATI untuk Kopsen KADIM benar-benar menjawab persoalan dan sesuai harapan, dukungan-dukungan konkrit yang diberikan antara lain dalam bentuk penyediaan fasilitas perkantoran, memfasilitasi kegiatan promosi kopi kepada calon-calon pembeli kopi di Jakarta, membiaya pertemuan dwibulanan antara Pengurus KADIM dengan anggota kelompok petani kopi, memfasilitasi penyusunan anggaran dasar dan rumah tangga dan pola kebijakan usaha.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved