Penculikan Anak di TTU

Terduga Pelaku Penculikan Anak di Bawah Umur Diancam Pidana Penjara 7 Tahun

Ancaman pidana penjara selama itu sudah sesuai dengan pasal 332 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Terduga Pelaku Penculikan Anak di Bawah Umur Diancam Pidana Penjara 7 Tahun
KOMPAS.com/Shutterstock
Ilustrasi penculikan 

Terduga Pelaku Penculikan Anak Dibawa Umur Diancam Pidana Penjara 7 Tahun

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Kasat Reskrim Polres Timor Tengah Utara (TTU), AKP Tatang Prajitno Panjaitan mengungkapkan terduga pelaku penculikan remaja SMA dibawah umur akan diancam dengan pidana selama tujuh tahun penjara.

Ancaman pidana penjara selama itu sudah sesuai dengan pasal 332 ayat 1 ke 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

"Akan dikenakan pasal 332 ayat 1 ke 1 dengan ancaman pidana penjara selama tujuh tahun," kata Tatang kepada Pos Kupang saat dihubungi melalui sambungan telepon selulernya, Kamis (16/1/2020).

Tatang menambahkan, jika nantinya dalam penyelidikan, terduga pelaku melakukan aksinya dengan menipu daya, dan ingin menguasai korban, maka akan dikenakan dengan pasal 332 ayat ke 2 KUHP dengan ancaman penjara selama 9 tahun.

"Tapi nanti kita akan lihat lagi keterangan dari korban dan dari pelapor itu bagaimana," ungkapnya.

BREAKING NEWS : Seorang Anak di TTU Belum Pulang Rumah, Pria Ini Dilaporkan Sebagai Penculik

Diberitakan oleh media ini sebelumnya, seorang pria berinisial RK dilaporkan ke Polres Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Selasa (14/1/2020).

Warga yang berasal dari Desa Hauteas, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten TTU itu dilaporkan ke polres setempat karena diduga menculik seorang anak.

RK dilaporkan oleh ayahanda dari anak tersebut yang berinisial BMB. BMB melaporkan RK ke pihak yang berwajib karena diduga menculik anaknya yang berinisial FABR.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini menyebutkan bahwa pada, Selasa (14/1/2020) sekira pukul 13:00 Wita, terlapor RK datang ke sekolah anak pelapor BMB.

Terlapor datang ke sekolah anaknya pelapor menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna silver dengan nomor polisi DB 91441.

Saat tiba di sekolah, terlapor RK kemudian mengajak anak pelapor berinisial FABR untuk mengajaknya pulang ke rumah pelapor BMB.

Ajakan terlapor itu akhirnya diiyakan oleh anak pelapor. Namun terlapor tidak mengantar pulang anak tersebut ke rumah pelapor sampai dengan saat ini.

Karena tidak kunjung mengantarkan anaknya, pelapor kemudian mendatangi SPKT Polres TTU guna melaporkan dugaan penculikan anaknya tersebut agar diproses sesuai hukum yang berlaku. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved