Pengacara Ungkap Kejanggalan Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pembunuhan Charly Sowo

kasus kematian yang diduga akibat pembunuhan atas mahasiswa Program Studi Filsafat itu seolah menghadirkan drama.

Pengacara Ungkap Kejanggalan Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pembunuhan Charly Sowo
POS KUPANG/RYAN NONG
Tim kuasa hukum tersangka Ayub Adha dalam kasus dugaan pembunuhan Charly Sowo. (Ki-ka) Mbulang Lukas SH, Biante Singh SH, Christy Ludji SH dan Ferdy Dethan SH di PN Kupang pada Selasa (14/1/2020). 

Pengacara Ungkap Kejanggalan Penetapan Tersangka Kasus Dugaan Pembunuhan Charly Sowo

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kasus kematian mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, Carolino A Sowo (25) alias Charly Sowo pada medio akhir Juni 2019 lalu memasuki babak baru. Namun demikian, kasus kematian yang diduga akibat pembunuhan atas mahasiswa Program Studi Filsafat itu seolah menghadirkan drama. 

Setelah beberapa kali demo oleh para biarawan dan mahasiswa Unika Widya Mandira Kupang pada September 2019 lalu untuk meminta Polda mengambil alih kasus tersebut dan mendorong pengungkapannya, kini kerja keras tim penyidik itu membuahkan hasil. 

Pihak penyidik Polda NTT telah menetapkan satu tersangka dalam kasus tersebut, Petrus Antonius Ayub Adha alias Ayub Adha alias AA. Namun, penetapan tersangka yang dilakukan pada 4 Desember 2019 yang dilanjutkan dengan penangkapan itu dipersoalkan kuasa hukum. 

Tim pengacara tersangka dalam kasus kematian Charly Sowo mengungkap kejanggalan dalam penetapan tersangka oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda NTT. 

Kepada POS-KUPANG.COM pada Rabu (15/1/2020) sore, Mbulang Lukas, SH selaku Ketua tim pengacara mengatakan, penetapan tersangka atas kliennya Ayub Adha alias AA itu janggal. Pasalnya, penetapan tersangka yang dilakukan oleh tim penyidik Ditreskrimum Polda NTT itu, menurutnya sangat imajinatif. 

"Setelah tandatangani surat kuasa, kita selaku pengacara baru diberitahu penyidik bahwa penetapan tersangka pada klien kita berdasarkan hasil penyelidikan dan berdasarkan gelar perkara," kata Mbulang yang didampingi Biante SH, Christy Ludji SH dan Ferdy Dethan SH. 

Namun demikian, dari hasil pemeriksaan tersangka ketika mereka dampingi, jelas Mbulang, pihaknya menemukan fakta bahwa kliennya tersebut ditersangkakan atas dugaan pembunuhan, dari keterangan berdasarkan pesan Whatsapp (WA) dan permohonan ke pendoa atau dukun di Kabupaten Malaka. 

"Keterangan itu berdasarkan SMS atau WA dari HP tersangka terhadap pacar almarhum, berdasarkan permohonan tersangka ke pendoa, itu mereka bilang sebagai bukti petunjuk," ujar Mbulang. 

Advokat senior itu juga menambahkan, "Kalau saja mereka (penyidik) menetapkan tersangka mengacu kepada pasal 340 KUHAP, maka kalau berdasarkan SMS dan pendoa itu sangat imajinatif".

Ia mengisahkan kilas balik kasus tersebut, bahwa pada 19 Juli 2019 tersangka menggunakan kapal laut menuju Ende selanjutnya melakukan perjalanan  darat menuju Bajawa, kampung halaman untuk berlibur. Tersangka berada di Bajawa hingga bulan Agustus 2019. 

"Sampai Agustus baru tersangka balik ke Kupang. Jadi kalau tersangka ada di Bajawa baru bunuh orang di Kupang itu sangat tidak masuk akal," katanya. 

Ia mengatakan, hal tersebut didukung oleh bukti tiket dan pengakuan dari rekan rekan tersangka yang bersama sama dalam perjalanan tersebut. 

"Aspek itu kami pikir kami menolak secara tegas, untuk sementara itu imajinatif," ungkap Mbulang. 

Kapolri Sentil Gaya Istri Kapolres & Kapolda Saat di Bandara, Bahkan Nama Iriana Jokowi Disebut

Polisi Buru Pelaku Pembacokan Jalan Raya di Kabupaten Alor, NTT

Soal Bom Ikan - Jonas Salean Sebut Itu Akibat Nelayan Mau Gampang

Kasus kematian Charly Sowo terbongkar setelah jasadnya ditemukan di Pantai Lasiana Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang pada 24 Juli 2019 pagi. Berdasarkan keterangan pemilik kost, korban terakhir terlihat keluar dari kamar kostnya pada tanggal 20 Juli 2019 malam. Keterangan dari ibu korban, pada 21 Juli 2019 siang, korban masih sempat berkomunikasi dengannya melalui telepon. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong ) 

Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved